Eksplorasi Potensi Kuliner Desa, KKNTK Kelompok 10 Observasi UMKM Lontong Mak Nem di Desa Trenggulunan

SuaraBojonegoro.com – Kelompok 10 KKN-TK Universitas Bojonegoro melakukan kunjungan dan observasi ke UMKM Lontong Mak Nem di Desa Trenggulunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi kuliner lokal sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat desa. Selasa (21/7/2026).

Koordinator Departemen UMKM dan Potensi Lokal, Adinda Sendy Pransiska menyampaikan bahwa hasil observasi ini akan menjadi dasar dalam menyusun program pendampingan UMKM selama KKN

“Melalui observasi ini, kami ingin mengenal lebih dekat proses produksi dan perjalanan usaha Lontong Mak Nem, Kami melihat potensi yang besar untuk terus berkembang. Harapannya melalui pendampingan seperti pembuatan titik lokasi di Google Maps dan potensi digital, UMKM ini dapat lebih mudah ditemukan masyarakat serta menjangkau pasar yang lebih luas,” terang Adinda.

Baca Juga:  Nongkrong Sehat Kekinian, Tim PPK Ormawa P2J Unigoro Buka Café Jamu di Kampus

Pemilik UMKM, Mak Nem, menceritakan bahwa usaha lontong yang dirintisnya telah berjalan sejak tahun 2015. Berawal dari usaha rumahan dengan skala kecil, kini usahanya terus berkembang berkat konsistensi dalam menjaga kualitas produk dan kepercayaan pelanggan.
“Saya mulai usaha lontong ini sejak tahun 2015. Awalnya hanya membuat sekitar 15-20 buah lontong untuk dijual di sekitar desa, tetapi alhamdulillah sampai sekarang pelanggan terus bertambah. Saat ini dalam sehari saya bisa memproduksi sekitar 160 buah lontong,” ujar Mak Nem.

Dalam proses produksinya, seluruh bahan baku dibeli dari masyarakat sekitar, mulai dari beras, daun pisang, kayu bakar, tempe, hingga kebutuhan produksi lainnya. Proses memasak masih dilakukan secara tradisional menggunakan kayu bakar untuk menghasilkan cita rasa khas yang tetap dipertahankan hingga saat ini.
“Walaupun semua bahan kami beli, kalau ada bahan baku yang harganya naik, saya berusaha tidak menaikkan harga. Bagi saya menjaga kepercayaan pelanggan lebih penting. Alhamdulilah sampai sekarang pelanggan tetap setia membeli” tambahnya.

Baca Juga:  Mahasiswa Unigoro Uji Air Bengawan Solo, Kandungan Oksigen Sangat Rendah

Melalui observasi ini, mahasiswa KKNTK Kelompok 10 memperoleh gambaran mengenai potensi sekaligus tantangan yang dihadapi pelaku UMKM. Salah satu tantangan yang masih ditemui adalah promosi usaha yang belum memanfaatkan media digital secara optimal sehingga jangkauan pemasaran masih didominasi pelanggan tetap dan masyarakat sekitar. (njr/Lis)