147 Dapur MBG di Bojonegoro Libur Tiga Pekan, Relawan Kehilangan Sumber Penghasilan

Reporter : Moch Arifianto

SuaraBojonegoro.com – Sebanyak 147 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bojonegoro untuk sementara waktu menghentikan operasionalnya selama tiga pekan ke depan. Penghentian layanan ini dilakukan seiring masa libur sekolah dan mengacu pada Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam surat edaran tersebut, BGN melakukan penyesuaian operasional SPPG selama periode libur sekolah dalam rangka penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun Anggaran 2026. Penyesuaian ini berlaku baik untuk penyaluran di sekolah maupun bagi penerima manfaat seperti ibu hamil dan ibu menyusui.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Bojonegoro, Tommy Mandala Putra, menjelaskan bahwa seluruh dapur SPPG di Bojonegoro akan berhenti beroperasi sementara selama masa liburan sekolah berlangsung.

Baca Juga:  Persibo Berikan Manfaat Bagi Pemkab Bojonegoro, Rp 220 Juta Lebih Telah Masuk Ke PAD

“Selama tiga pekan ke depan, dapur SPPG tutup sementara karena menyesuaikan dengan libur sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, masa penghentian operasional ini juga dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap pelaksanaan program. Seluruh mitra SPPG diminta melakukan pembenahan agar setelah masa libur berakhir, pelayanan MBG dapat berjalan lebih optimal sesuai standar operasional prosedur (SOP) terbaru.

“Sebanyak 147 SPPG akan buka kembali setelah libur sekolah selesai, baik yang sebelumnya sempat disuspend maupun yang tetap beroperasi,” tambahnya.

Namun, kebijakan penghentian sementara tersebut turut berdampak pada para relawan dan pekerja dapur MBG. Salah satunya dirasakan Putri, seorang relawan yang bertugas memasak menu MBG. Ia mengaku kebingungan karena selama dapur tutup dirinya tidak memiliki pekerjaan tetap dan otomatis kehilangan penghasilan.

Baca Juga:  Empat Rumah Milik Warga Kedungadem Terbakar

Di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan, Putri terpaksa mencari pekerjaan lain untuk menambah pemasukan. Saat ini, ia membantu menjaga warung milik kerabatnya sembari menunggu dapur MBG kembali beroperasi.

“Sekarang aktivitasnya ikut orang jaga warung, buat tambah-tambah kebutuhan di rumah,” katanya.

Meski enggan menyebutkan besaran honor yang diterimanya selama menjadi relawan MBG, Putri mengaku pendapatan tersebut cukup membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia berharap program MBG dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun para relawan yang terlibat.

“Pokoknya alhamdulillah cukup. Sekarang cari kerja susah. Harapannya ke depan bisa lebih baik dan programnya tetap berjalan,” pungkasnya. (Rif/Red)