SuaraBojonegoro.com – Momentum Hari Raya Iduladha dimaknai PDI Perjuangan sebagai ruang untuk merawat nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada masyarakat. Pada Iduladha 1447 Hijriah tahun ini, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan 468 ekor sapi kurban yang didistribusikan ke berbagai daerah di Jawa Timur.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengatakan bahwa Iduladha membawa pesan penting tentang ketulusan dan pengorbanan demi kemaslahatan bersama. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari semangat perjuangan partai dalam menjaga kedekatan dengan rakyat.
“Iduladha mengajarkan tentang keikhlasan dan pengorbanan. Semangat itu yang terus dijaga PDI Perjuangan dalam bergerak bersama rakyat. Kurban menjadi wujud kepedulian dan ikatan gotong royong di tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui program gotong royong, PDI Perjuangan menyalurkan enam ekor sapi kurban ke sejumlah pondok pesantren dan masjid di wilayah Bojonegoro.
Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro, Bambang Sutriyono, menyampaikan bahwa penyaluran hewan kurban ke lingkungan pesantren bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk nyata upaya menjaga harmoni dan sinergi antara kaum nasionalis dan religius di tingkat akar rumput.
“Momentum Iduladha ini harus menjadi penguat ukhuwah, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kepedulian antarsesama. Pesantren merupakan pilar penting dalam menjaga moralitas dan kebersamaan bangsa,” ujar Bambang saat menyerahkan bantuan, Selasa (26/5/2026).
Bambang yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bojonegoro menambahkan, pengadaan hewan kurban tersebut merupakan hasil gotong royong yang diprakarsai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah.
Pengasuh Ponpes Ihya’ Ulum, Kyai Syafi’i, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi para santri dan masyarakat sekitar.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian keluarga besar PDI Perjuangan, khususnya Bapak Said Abdullah dan Bapak Budi Sulistyono. Bantuan sapi kurban ini sangat bermanfaat bagi para santri maupun warga di sekitar pondok,” tuturnya.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Pengurus Yayasan LKSA Panti Mandiri Muhammadiyah Desa Klepek, Abdul Majid. Menurutnya, konsistensi partai politik dalam menyentuh langsung lembaga pendidikan Islam di tingkat bawah memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat.
“Bantuan ini tidak hanya dirasakan keluarga panti dan pesantren, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Melalui aksi sosial yang melibatkan seluruh jajaran Fraksi dan Pengurus Anak Cabang (PAC), PDI Perjuangan Bojonegoro berharap kehadiran partai dapat dirasakan langsung sebagai mitra strategis dunia pesantren dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. (Red)








