SuaraBojonegoro.com – Kabar kurang menyenangkan bagi para pengguna jasa kereta api di wilayah Jawa Timur. Insiden operasional yang terjadi di Bekasi Timur pada Rabu (29/4) ternyata berdampak domino hingga ke wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya. Akibatnya, sejumlah perjalanan kereta api unggulan terpaksa dibatalkan, sementara sisanya mengalami keterlambatan jadwal keberangkatan yang cukup signifikan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan bahwa penyesuaian pola operasi ini harus dilakukan karena terganggunya perputaran rangkaian kereta api (trainset).
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kondisi ini murni dampak lanjutan dari insiden di Bekasi Timur. Fokus utama kami saat ini adalah percepatan pemulihan operasional dengan tetap memprioritaskan keselamatan,” ujar Mahendro.
Bagi penumpang yang sudah memiliki tiket untuk keberangkatan hari ini, KAI mengonfirmasi pembatalan operasional untuk beberapa perjalanan, yaitu KA Ambarawa Ekspres relasi Surabaya Pasarturi–Semarang Poncol, KA Jayakarta relasi Surabaya Gubeng–Pasar Senen, serta KA Majapahit relasi Malang–Pasar Senen. Selain itu, perjalanan lokal KA Arjuno Ekspres relasi Surabaya Gubeng–Malang (PP) juga turut dibatalkan.
Selain pembatalan, sejumlah kereta api jarak jauh mengalami keterlambatan pemberangkatan karena harus menunggu kesiapan rangkaian.
Dari Stasiun Surabaya Pasarturi, keterlambatan terjadi pada KA Argo Bromo Anggrek (pagi) dan KA Argo Anjasmoro menuju Gambir. Sementara dari Stasiun Surabaya Gubeng, KA Gayabaru Malam Selatan tujuan Pasar Senen juga terdampak. Penumpang dari Stasiun Malang pun harus bersabar karena keberangkatan KA Matarmaja dan KA Gajayana turut mengalami pergeseran jadwal.
Tak hanya itu, kereta api yang melintasi wilayah Daop 8 seperti KA Pandalungan (Gambir-Ketapang) dan KA Blambangan Ekspres (Pasar Senen-Jember) dipastikan akan masuk dan berangkat dari stasiun antara dengan keterlambatan yang bervariasi.
KAI menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh terhadap gangguan ini dengan memberikan dua skema kompensasi utama yaitu Pengembalian Bea 100 persen bagi Penumpang pada KA yang dibatalkan dapat melakukan pembatalan tiket dengan pengembalian biaya secara penuh di luar biaya pemesanan. Proses ini dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun langsung di loket stasiun.
Service Recovery Bagi pelanggan yang tetap berangkat namun mengalami keterlambatan, KAI memberikan kompensasi sesuai ketentuan service recovery yang berlaku, mulai dari pemberian minuman hingga makanan berat tergantung durasi keterlambatan.
KAI menyarankan para calon penumpang untuk rutin mengecek notifikasi pada aplikasi Access by KAI atau menanyakan status keberangkatan kepada petugas di stasiun secara berkala. Saat ini, tim teknis terus berupaya melakukan percepatan pemulihan agar operasional perjalanan kereta api dapat kembali normal secepatnya. (Red*)








