DKPP Bojonegoro Alokasikan Rp 148 Juta Untuk Pengadaan Bibit Alpukat Tahun 2025, Untuk Program MPTS

Reporter : Waluyo Wahyu Utomo

SuaraBojonegoro.com – Tahun 2025 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp148.150.000 untuk pengadaan bibit alpukat. Total sebanyak 1.660 batang bibit disalurkan kepada kelompok tani di sejumlah wilayah di beberapa kecamatan, Senin (13/04/2026).

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyampaikan bahwa bantuan bibit tersebut terdiri dari varietas miki dan siger (ratupuan) yang dinilai memiliki nilai ekonomis serta potensi pengembangan jangka panjang.

 

“Program ini tidak hanya untuk mendukung produktivitas pertanian, tetapi juga sebagai upaya peningkatan pendapatan petani sekaligus mendukung konservasi lingkungan,”ujarnya.

 

Adapun distribusi bibit dilakukan di sejumlah kecamatan, di antaranya Dander, Temayang, Sekar, Margomulyo, Bubulan, serta Gondang. Di Kecamatan Bubulan, Desa Sumber Bendo menerima 120 batang. Sementara di Kecamatan Dander, Desa Ngraseh memperoleh 100 batang dan Desa Dander sebanyak 800 batang.

Baca Juga:  BKKD 2025 di Bojonegoro Tuntas, Polemik Evaluasi Masih Menyisakan Pertanyaan

 

Selanjutnya di Kecamatan Margomulyo, Desa Geneng menerima 100 batang dan Desa Margomulyo 150 batang. Kecamatan Temayang, tepatnya Desa Suko, mendapatkan 250 batang. Sedangkan Kecamatan Sekar, Desa Klino memperoleh 100 batang dan di Kecamatan Gondang, Desa Pajeng menerima 40 batang bibit.

 

Zaenal Fanani menjelaskan, bantuan bibit ini merupakan bagian dari program MPTS (Multi Purpose Tree Species) atau tanaman serbaguna yang tidak hanya menghasilkan buah, tetapi juga berfungsi dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

 

Menurutnya, penanaman pohon buah-buahan di kawasan sekitar hutan diharapkan mampu memberikan dampak ganda, baik secara ekonomi maupun ekologis. Selain berpotensi menjadi kawasan agrowisata, keberadaan tanaman tersebut juga diharapkan mampu mengurangi risiko bencana seperti banjir, khususnya di wilayah selatan Bojonegoro.

 

“Dengan adanya tanaman buah, kita harapkan muncul sumber mata air baru, menjaga konservasi lahan dan air, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” tambahnya.

Baca Juga:  NTP Petani Bojonegoro 2025 Positif, Bappeda: Produktivitas Pertanian Tumbuh Signifikan

 

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa tanaman alpukat genjah yang diberikan diperkirakan mulai berproduksi pada usia sekitar tiga tahun. Dalam satu tahun, satu pohon dapat menghasilkan sekitar 100 kilogram buah.

 

“Dengan asumsi harga Rp20.000 per kilogram, petani berpotensi memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp2 juta dari satu pohon,”ungkapnya.

 

Selain itu, Zaenal menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan bibit tersebut telah mengacu pada ketentuan yang berlaku. Setiap pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor 188/181/KEP/412.013/2024 tentang Standar Satuan Harga Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2025.

 

Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan taraf ekonomi masyarakat berbasis sektor pertanian berkelanjutan. (Red/why)