Lebaran Idul Fitri Hari Ketiga, Jalan Nasional dari Bojonegoro Menuju Babat Padat Merayap

SuaraBojonegoro.com – Memasuki hari ketiga lebaran Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, arus lalu lintas di jalur poros tengah Lamongan mengalami peningkatan signifikan hingga kepadatan kendaraan membuat kendaraan roda empat harus merayap untuk bisa melintas di jalur tersebut. Senin (23/3/2026).

 

Dari pantauan awak media SuaraBojonegoro.com, kepadatan kendaraan yang tampak menumpuk juga terjadi di wilayah kecamatan Baureno tepatnya di Desa Gunungsari menuju Babat, pasalnya dipertigaan tugu wingko Babat tidak sedikit kendaraan yang juga dari arah Jombang begitu juga sebaliknya dari arah Lamongan dan Tuban juga menumpuk.

 

Hal ini biasa terjadi setiap tahunnya ketika arus mudik lebaran mulai lebaran kedua hingga kelima. Apalagi dijalan Poros Babat ini juga terdapat pasar, sehingga tidak sedikit warga yang menyeberang jalan dan menambah kepadatan kendaraan karena harus berhenti terlebih dahulu.

Baca Juga:  Tubuh Korban Terpental Sejauh 5 Meter

 

Tampak petugas kepolisian melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sepanjang jalan mulai dari Baureno hingga Babat, agar dapat mengurai kepadatan kendaraan.

 

Kapospam Pasar Babat, Kompol Chakim Amrullah, mengatakan bahwa pihaknya Fokus utama adalah pengaturan dilakukan di dua titik krusial yaitu di Bundaran Tugu Wingko dan area depan Pasar Babat. Kedua lokasi ini merupakan simpul pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah yang menghubungkan Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban, sehingga rawan terjadi penumpukan kendaraan.

 

Kapospam Pasar Babat, Kompol Chakim Amrullah, menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan pada H+3

 

“Pada Lebaran hari ketiga ini telah diprediksi sebelumnya. Namun lonjakan yang terjadi pagi ini terbilang signifikan, sehingga memicu kepadatan di sekitar Tugu Wingko dan Pasar Babat,” Ujarnya.

Baca Juga:  Kapolsek Sumberrejo Ajak Pencak Silat Ciptakan Kamtibmas Di Malam Tahun Baru

 

Personel yang telah disiagakan langsung bergerak cepat melakukan pengaturan, dan melakukan peringatan bagi kendaraan yang keluar jalur dan dapat menyebabkan kemacetan.

 

Namun kepadatan kendaraan ini terjadi pada jam-jam tertentu, yaitu pada siang hari dan sore hari, dimana kebanyakan warga turun kejalan untuk melakukan aktivitas lebaran ke kerabatnya. (Red*)