Lambannya Penanganan Bantaran Sungai Begawan Solo Yang Longsor di Sarirejo, Begini Kata Anggota DPRD Bojonegoro

Reporter : Bima Rahmat 

 

SuaraBojonegoro.com – Anggota Komisi B Dewan Perwakilam Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Sigit Kushariyanto, buka suara terkait lambannya penanganan penanggulangan bencana tanah longsor di Dukuh Karangwaru RT 12/RW 03, Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Dirinya menilai jika prosedur dan birokrasi yang berbelit-belit sehingga memperlambat penangan dan mitigasi bencana. Jumat (06/02/26).

 

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menilai jika dalam penanganan kebencanaan di wilayah Kabupaten Bojonegoro, pemerintah masih belum memiliki mekanisme yang mapan dalam menangani bencana. Sigit Kushariyanto, menegaskan jika Kabupaten Bojonegoro merupakan wilayah rawan bencana mula dari banjir, longsor dan puting beliung. Oleh sebab itu, Lanjutnya, Pemkab Bojonegoro, harus siap siaga kebencanaan.

Baca Juga:  Belum Ada Perbaikan, Hampir Satu Tahun Jalan Rusak Akibat Longsor

 

“Harus ada tindakan yang cepat dalam penangan bencana khususnya yang berada di bantaran Sungai Bengawan Solo,” katanya.

 

Lebih jauh, Sigit Kushariyanto, mendesak agar Pemkab Bojonegoro agar segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) serta lembaga lain, saat membahas penanganan bencana dan pembiayaan darurat. Ia menyoroti banyaknya keluhan di lapangan terkait koordinasi antar lembaga dan lambannya tindakan penanganan bencana khususnya di Desa Sarirejo.

 

“Seharusnya Pemkab segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk segera bertindak cepat,” ujarnya.

 

Sigit Kushariyanto tidak ingin lambannya penanganan longsor di Desa Sarirejo, akan menimbulkan kerusakan yang lebih luas dan memakan korban jiwa dari warga sekitar. Dirinya juga menyarankan agar Pemkab Bojonegoro dapat memakai anggaran kebencanaan atau anggaran darurat untuk penanganan longsor tersebut.

Baca Juga:  Waspada Banjir, Debit Air Bengawan Solo Saat ini di Posisi Siaga Hijau

 

“Ini bencana, kalau menunggu prosedur dari kementerian, saya khawatir akan berdampak lebih parah dan memakan korban,” pungkasnya.

 

Seperti yang diberitakan sebelumnya 3 Warga Dukuh Karangwaru RT 12/RW 03, Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, terpaksa mengungsi untuk menghindar dari potensi longsor akibat abrasi dan pergerakan tanah di tepi sungai. Kondisi tersebut dipicu naik turunnya debit air Bengawan Solo yang terus menggerus daratan. Dari data yang dihimpun tebing saat ini tebing sungai mengalami longsor lebih dari 25 meter. (Bim/red).