Peran Musisi Bojonegoro Tidak Bisa Dianggap “Enteng”, Peluang Income dan Profit Bagi Musisi & Cafe di Bojonegoro akan Meningkat?

Oleh: Hermawan Budi P., SE, MSA, Ak.

SuaraBojonegoro.com – Ini bukan sesuatu yang berlebihan, mari kita bedah realitanya. Bojonegoro memiliki jumlah UMKM sebesar hampir 92.000 di tahun 2024. Jika dibagi lagi sekitar 81.500 adalah usaha mikro, 9.100 adalah usaha kecil, dan sisanya usaha menengah. Jika kita mundur ke belakang jumlah total UMKM tahun 2017 adalah sekitar 78.000 UMKM (www.data.bojonegorokab.go.id). Sejak tahun 2017 hingga 2024 kenaikan jumlah UMKM adalah sebesar 18%. Mari kita geser sedikit dengan data model lain. Tahun 2017, Bojonegoro memiliki jumlah usaha mikro/kecil yang memberikan fasilitas live musik adalah 2 pelaku usaha. Namun pada tahun 2025, jumlah tersebut naik berkali lipat hingga mencapai sekitar 30 pelaku usaha atau sekitar 1.400% kenaikan. Ini angka yang sangat fantastis jika dibandingkan dengan data kenaikan jumlah UMKM tadi, tentu dalam model perbandingan yang saya sebutkan diatas. Saya ingin mengajak kita semua untuk melihat fenomena ini dalam kacamata positif, terlebih agar menjadi inspirasi dan peluang dalam mendukung dan mengembangkan apa yang telah menjadi fakta di lapangan ini. Jumlah yang saya ambil tersebut tidak termasuk pelaku usaha/ cafe/ warkop yang menyediakan layanan musik seperti karaoke gratis dan berbayar, maka tentu akan lebih banyak lagi datanya.

Ekosistem yang telah tercipta dari 8 tahun terakhir menunjukkan adanya sinyal yang baik, yang menjunjukkan sinyal positif, bahwa Bojonegoro memiliki konsumen yang loyal terhadap keinginan konsumtif dan seni musik yang tinggi. Apa saja sebenarnya yang sedang terjadi dan telah dimiliki Bojonegoro pada ekosistem tersebut diatas?

Komunitas Musisi Cover dan Pencipta Lagu

Jumlah musisi di Bojonegoro yang konsen terhadap perkembangan musik di Bojonegoro diperkirakan mencapai 300 orang lebih. Jumlah tersebut terdiri dari para pemain musik dan penyanyi yang telah mengisi acara-acara di cafe live musik, pernikahan, dan sebagainya. Dan jumlah tersebut bisa dipastikan akan terus meningkat, selain dalam rangka bisnis (value UMKM) namun juga sebagai simbol kebanggaan bagi musisi itu sendiri. Hal ini jelas akan mendorong musisi-musisi baru untuk memulai dan berkecimpung di dunia musik skala lokal. Bukan hanya itu saja, para musisi tersebut juga memulai membawakan selain cover lagu, mereka juga banyak yang telah memiliki karya-karya sendiri bahkan ada yang sudah mencapai ratusan lagu yang diciptakan. Jumlah ini terus akan didorong karena baik musisi cover dan musisi pencipta lagu sama-sama saling terkait dalam mengembangkan musik terutama di Bojonegoro.

Baca Juga:  Ajaran Pemersatu Bangsa adalah Pancasila

Cafe dengan Tema Live Musik dan Karaoke

Faktor yang tidak kalah penting dalam menunjang peningkatan ekosistem musik di Bojonegoro adalah dukungan penuh dari pelaku UMKM itu sendiri, yakni cafe dan resto yang sering menyuguhkan fasilitas live musik kepada pelanggannya. Sampai artikel ini dibuat, setiap hari pasti ada live musik di salah satu cafe atau beberapa cafe yang menyediakan live musik tersebut pada malam hari di hari yang sama. Musisi dikontrak/ disewa oleh cafe tersebut untuk mengisi acara di satu cafe setiap seminggu sekali. Bahkan ada juga cafe yang hanya menyediakan tempat, dan para musisi diberi fasilitas untuk “ngamen” di cafe tersebut. Cafe di Bojonegoro juga sudah mulai memilih musisi-musisi mana yang memberikan value dalam menarik pelanggannya. Dengan konsep solo vokal & gitar maupun band, semua tersedia di cafe Bojonegoro. Disamping itu, beberapa cafe dan resto ada yang konsisten hanya menyediakan sound sistem dan peralatan karaoke seperti mic dan TV LED untuk pelangggannya yang ingin bernyanyi gratis. Dan hal ini juga terbukti efektif dalam menjaga pelanggan agar terus setia di cafe tersebut.

Sekolah Musik, Studio Musik dan Studio Rekaman

Yang tidak kalah penting adalah keberadaan sekolah musik (informal) di Bojonegoro. Salah satu sekolah musik di Bojonegoro yakni Peristiwa Harmonni, telah memiliki dan meluluskan puluhan murid dari usia dini hingga dewasa. Sekolah musik tersebut mencakup kursus vokal dan permainan musik seperti drum, gitar, bass dan piano. Bukan hanya itu saja, sekolah musik tersebut juga mengarahkan siswanya untuk bermindset global dalam bermusik. Mereka telah perform dalam berbagai acara konser indie maupun acara lainnya, yang sudah memikirkan baik kostum, koreofrafi, dance, serta aransemen yang luar biasa apik. Sekolah musik tersebut juga lengkap dengan studio rekaman yang berkualitas. Keberadaan studi musik dan studio rekaman di beberapa tempat di Bojonegoro juga ikut andil dalam menunjang kualitas produksi dalam bermusik di Bojonegoro.

Konsumen yang Loyal terhadap Musik

Faktor kunci lainnya adalah para konsumen dan pelanggan UMKM dan masyarakat lainnya yan memang memiliki minat yang tinggi terhadap musik. Saya ambil contoh salah satu warkop di Bojonegoro yang hanya menyediakan sound kecil dan TV untuk bernyanyi, tidak kurang dari 5-10 orang pelanggan yang setiap hari selama berbulan-bulan bahkan tahun, menjadi pelanggan tetap pada warkop tersebut. Hal ini setara dengan warkop yang tidak memiliki konsep musik namun dengan rasa produk yang sangat kuat sehingga pelanggan bisa loyal bertahun-tahun. Keberadaan konsep baik live musik dan karaoke ini ternyata “usefull” bagi pelaku usaha yang dengan konsep menu yang sederhana. Apalagi dalam realitasnya, cafe yang dengan konsep menengah dan mewah justru menjadikan musik menjadi “simbol/ prestige” tersendiri di cafe dan resto tersebut dalam menggaet konsumen menengah keatas.

Baca Juga:  COVID-19, Fikiran kita dan Rasa Takut

Fasilitas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro

Dorongan pemerintah dalam hal ini terlihat dari disediakannya taman-taman sebagai tempat ruang terbuka bagi masyarakat terutama UMKM dan musik itu sendiri, dan seperti di alun-alun pada setiap hari minggu terdapat agenda car free day yang juga mempersatukan UMKM dan musik serta masyarakat luas. Ini juga sekaligus menjadi ide atau gagasan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada program kebijakannya kedepan terhadap pengembangan musik secara masif di Bojonegoro, dalam mencapai ekosistem maju yang diakui di daerah lain, sekaligus mendukung pariwisata di Bojonegoro juga.

Even Musik, EO/ WO, dan Media dan Lainnya.

Yang terakhir, agenda rutin baik yang bersifat formal maupun informal tidak kalah penting dalam meningkatkan promosi terutama UMKM & musisi dalam lingkup kecil, juga Bojonegoro dalam lingkup yang lebih luas. Beberapa even rutin seperti festival dan parade band indie bahkan sudah ada di Bojonegoro. Salah satu contoh yakni Satu Lawan Satu, yang mewadahi musisi indie dalam menampilkan karya-karyanya. Acara seperti pernikahan dan ulang tahun kini juga sering melibatkan band-band lokal dari Bojonegoro ataupun elekton tunggal. Industri fotografi dan videografi juga akan ikut berdampak, termasuk komunitas media online ataupun sosial media individu.

Bagaimanapun, ujung dari ini semua adalah tentang seni musik dan ekonomi yang semakin meningkat. Faktor sosial dan budaya tentu akan ikut terdampak. Ekosistem ini sudah “auto pilot” untuk berkembang. Saatnya Bojonegoro naik kelas, salah satunya juga melalui industri musik, sehingga kesejahteraan masyarakatnya meningkat, dan bisa menyamai kota-kota besar di Jawa Timur. (**)

*)Penulis Adalah Dosen Akuntansi STIE Cendekia Bojonegoro