Pemkab Bojonegoro Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Bantuan 65 Ribu Bibit Sayuran, Praktisi Pertanian Unigoro Tekankan Evaluasi Keberlanjutan Program

SuaraBojonegoro.com — Pemkab Bojonegoro melalui program Pelatihan Pekarangan Mekar Ayu menyalurkan 65.000 bibit sayuran kepada warga tidak mampu. Untuk mendorong ketahanan pangan keluarga. Kaprodi Agribisnis Universitas Bojonegoro (Unigoro), Fina Sulistiya Ningsih, S.P., M.P., merespon positif program tersebut. Guna mengurangi pengeluaran rumah tangga di sektor pangan. Sekaligus memperkuat perekonomian keluarga. “Kita tahu rumah tangga itu dikatakan tahan pangan apabila pengeluaran rumah tangga non pangannya lebih besar, dibanding pengeluaran pangan. Pangan itu sama pentingnya dengan kesehatan dan pendidikan,” ujarnya, Selasa (27/1/26).

Menurut Fina, setiap rumah tangga dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dengan bertani dan berternak. Tergantung ketersediaan modal, input, dan keilmuan tentang budidaya. Kondisi seperti ini disebut swasembada pangan rumah tangga. Ada beberapa jenis tanaman sayuran yang cocok dibagikan kepada rumah tangga tidak mampu agar tercapai goal ketahanan pangan keluarga. “Sayurannya harus yang cepat panen dan mudah dirawat. Dengan masa tunggu antara 20 hingga 30 hari. Seperti kangkung, bayam, dan sawi, yang cocok ditanam di Bojonegoro dengan iklim yang lumayan panas. Perawatannya mudah bisa ditanam di polybag atau media air jika rumah tangga itu punya problem keterbatasan lahan,” jelasnya.

Baca Juga:  KKN-T Unigoro Kelompok 19 di Desa Setren, Akan Fokus Tingkatkan Indeks Desa Membangun

Sedangkan untuk tanaman bumbu dapur seperti cabai, bawang merah, dan tomat juga cocok dibudidayakan di pekarangan. Mengingat harga komoditas tersebut fluktuaktif. “Contohnya cabai ini sudah menjadi kebutuhan pokok. Tidak bisa dikurangi pembeliannya atau konsumsinya. Selain bisa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya sendiri, juga bisa dijual untuk menambah pemasukan keluarga. Indikator kesejahteraan keluarga juga diukur dari berapa banyak pengeluaran pangan dan non pangan” imbuh Fina.

Praktisi pertanian ini menekankan efektivitas dari program Pelatihan Pekarangan Mekar Ayu harus disertai dengan pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Terlebih jika targetnya adalah rumah tangga rentan pangan. (din/red)