Reporter : Bima Rahmat
SuaraBojonegoro.com – Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas langkah visioner Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen tanpa menambah alokasi anggaran subsidi dari APBN. Kamis (23/10/25).
Penurunan HET pupuk subsidi tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 mengenai jenis, harga eceran tertinggi, dan alokasi pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2025.
Dengan rincian sebagai berikut :
Harga pupuk urea turun dari Rp 2.250 menjadi Rp 1.800 per kilogram
Harga pupuk NPK dari Rp 2.300 menjadi Rp 1.840 per kilogram
Harga pupuk NPK Kakao dari Rp 3.300 menjadi Rp 2.640 per kilogram
Harga pupuk ZA khusus tebu dari Rp 1.700 menjadi Rp 1.360 per kilogram
Harga pupuk organik dari Rp 800 menjadi Rp 640 per kilogram.
“Kebijakan ini adalah bukti nyata keberpihakan Presiden kepada petani dan rakyat kecil, terutama di daerah sentra produksi pertanian seperti Bojonegoro. Di tengah tingginya biaya produksi pertanian,” kata Ketua Komisi B, DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi.
Dirinya menjelaskan bahwa, kebijakan ini menjadi kabar baik yang menumbuhkan harapan baru bagi petani agar dapat terus meningkatkan hasil panen dengan menekan biaya produksi melalui akses pupuk bersubsidi dengan harga terjangkau. Penurunan harga pupuk membantu petani menekan biaya produksi.
“Selaras dengan kebijakan yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Presiden terkait penetapan HPP gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram,” ujarnya.
Melalui penurunan biaya produksi dan kenaikan HPP gabah memberikan jaminan harga jual yang lebih adil sehingga nilai tukar petani meningkat dan kesejahteraan mereka makin terjamin.
“Kami akan terus mengawal implementasi kebijakan ini di daerah, memastikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani Bojonegoro,” pungkasnya. (Bim/red).








