NALURI IBU TERGERUS DI ERA KAPITALISME

oleh -0 views

Oleh : Puji Yuli

Kasih ibu sepanjang jalan dan kasih anak sepanjang galah. Itulah kata peribahasa yang kita temui saat belajar bahasa Indonesia. Artinya kasih ibu kepada anaknya itu laksana sinar mentari yang tanpa kenal lelah menyinari alam semesta. Tentunya, sosok ibu merupakan pilar utama dalam pendidikan anak bangsa di lingkungan keluarga.

Ibu merupakan wanita yang berperan penting dalam kehidupan keluarga. Dimana ibu itu sebagai pengatur rumah tangga dan pendidik utama generasi di lingkungan keluarga terkait keimanan, ketakwaan, akhlak, moral maupun hubungan sosial masyarakat. Kita tentunya pernah mendengar bahwa syurga itu terletak dibawah kaki ibu. Oleh karena itulah maka seorang anak itu harus berbakti kepada kedua orangtua terutama kepada ibu.

Tetapi, di era kapitalisme liberalisme ini kita tentu miris jika melihat seorang ibu yang tega buang bayinya ataupun seorang ibu yang tega bunuh anak kandungnya sendiri apapun alasannya. Berarti ibu itu tidak punya hati nurani kalau tega melakukan kejahatan dan kriminalitas terhadap anak kandungnya sendiri. Bahkan perbuatan ibu itu lebih rendah derajatnya dari binatang ternak.

Sungguh ironis kalau kita lihat berita di media sosial tentang kejahatan ibu terhadap anaknya. Seperti NP (21) mengaku menyesal telah menganiaya anaknya ZNL (2,5) hingga tewas dengan di gelonggong air. NP mengaku tidak bisa mengontrol emosinya karena kesal sama suaminya. ZNL di gelonggong air hingga tewas oleh NP secara terus menerus selama sekitar 20 menit. Polisi menjerat NP dengan pasal 80 ayat (4)UU Perlindungan Anak dan atau pasal 338 KUHP dan atau pasal 351 KUHP. (https://news.detik.com/berita/d.4760343/sambil menangis ibu yang gelonggong anak ungkap penyesalannya).

Fenomena ini akan banyak kita jumpai di era kapitalisme yang searah dengan liberalisme. Hal ini terjadi karena adanya pemisahan agama dari kehidupan . Selain itu kurangnya pemahaman Islam tentang fungsi dan kemuliaan peran ibu bagi keluarga dan pendidikan anak.

Oleh karena itulah, perlu adanya perhatian serius dari keluarga, masyarakat dan negara tentang ajaran agama Islam yang membahas tentang peran utama ibu bagi keluarga dan generasi. Agar bisa terwujud kualitas sumber daya manusia yang beriman, bertakwa dan berprestasi untuk kemajuan bangsa. (**)

*) Foto Ilustrasi