Dekan Fak. Pertanian Unigoro Berikan Penyuluhan Budidaya Tanaman Toga

oleh -144 views

Reporter : Arum Sekar

SuaraBojonegoro.com – Guna menunjang peningkatan ekonomi bagi masyarakat petani di Bojonegoro dan juga memberikan peluan untuk bisa melakukan kegiatan pertanian yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta kebutuhan kesehatan, Melalui Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro memberikan penyuluhan terhadap masyarakat petani di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Senin (12/8/19).

Sebagai Nara Sumber pada kegiatan Penyuluhan yang bertemakan Budidaya Tanaman Toga (Tanaman Obat-obatan Rumah Tangga), Darsan selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro (Unigoro) menyampaikan paparannya terkait bagaimana agar petani bisa melakukan budidaya tanaman toga tersebut.

“Tanaman Toga ini merupakan hasil pertanian atau pekarangan yang mampu menghasilkan sumber ekonomi karena sangat dibutuhkan oleh para pembuat jamu tradisional,” Kata Darsan.

Sehingga dengan melakukan penanaman Toga maka para petani ini bisa menjadi pemasok bahan bahan jamu tradisional salah satunya adalah jamu gendong, karena hingga saat ini meskipun memasuki era milenial pedagang jamu gendong masih banyak dan begitu juga dengan masyarakat juga masih banyak yang mengkonsumsi jamu gendong maupun tradisional.

Adapun yang meliputi tanaman toga ini diantaranta adalah  jahe, kunyit, sirih, asem, temu lawak dan lain lainnya, dan untuk strategi penanamannya serta perawatannya pihak Fakultas Unigoro juga akan melakukan pendampingan.

“Jika memang para petani ini mau bersungguh sungguh memanfaatkan pekarangannya dengan menanam tanaman toga maka akan bisa menjadi manfaat tersendiri khususnya untuk orang terdekat maupun orang lain,” Terang Pria yang berstatus Insinyur Pertanian ini.

Diharapkan dengan kesungguhan para petani yang mau belajar dan menanam Toga maka akan dilakukan pendampingan mulai penyiapan lahan hingga proses tanam serta perawatannya. Seperti proses penanaman dan pemupukan  secara organik baik pupuk maupun pestisida.

“Proses pendampingan ini kepada para petani diharapkan bisa memberikan peluang bagi masyarakat untuk menuai hasil yang lebih baik,” Pungkas Darsan. (Rum/Sas)