Solusi Menghadapi Era 4.0 Bagi Pelatih Pembina Pramuka

oleh -4 views

Oleh : Said Edy Wibowo

SuaraBojonegoro.com – Gerakan Pramuka adalah gerakan mulia. Gerakan pramuka adalah organisasi pengabdian dalam rangka mendidik karakter, mental, nilai spiritual, ketrampilan, dan kebangsaan. Gerakan Pramuka adalah organisasi luar sekolah yang selalu bergerak dari masa ke masa. Mari bersma kita hayati,  isi dari Tri Satya dan Dasa Darma. Jangan hanya kagum dengan isi dan dalamnya makna yang terkandung disitu. Mari pula kita  bayangkan sosok-sosok para pendiri Pramuka, bagaimana beliau berfikir saat itu? Cakrawala para pendiri Pramuka jauh ke masa yang akan datang. Masa datang itu adalah kini (era milenial), saat hati kita mengatakan bahwa nilai pemikiran itu sangat luhur tapi kita sulit sekali mengamalkannya. Kita tetap fasih dan hafal nilai-nilai itu, tapi kita dalam hati kita bergulat fikiran bahwa ini adalah nilai yang tak mungkin bisa diamalkan, setidaknya dalam kondisi saat ini.

Namun demikian, kita sudah memilih organisasi Gerakan Pramuka sebagai organisasi pengabdian Maka jalan panjang menjadi anggota organisasi yang sudah tua di era milenial ini harus kita jalani.
Tentu kita sebagai anggota gerakan pramuka harus siap dan selalu bersungguh-sungguh untuk selalu pengabdi dan berbakti.

Mari kita baca dan fahami bersama isi Tri Satya Gerakan Pramuka :
Demi Kehormatanku, Aku akan bersungguh- sungguh:
Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan pancasila
Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.
Menepati Dasa dharma.

Saat ini kita berada di era Industri 4.0 menuju Smart Society 5.0 seperti sekarang ini, tentu kita akan menghadapi tantangan yang tidak mudah.  Apa yang akan kita hadapi di organisasi tercinta sebagai Pelatih Pembina Pramuka.

Sebagai Pelatih Pembina Pramuka ada beberapa hal yang harus kita tanamkan kepada diri kita selaku pelatih,  pembina dan peserta didik menghadapi era 4.0 :
Pertama, Gerakan pramuka harus bermetamorfosis menjadi organisasi 4.0.
Sebagai pelatih kita harus menengok keluar, banyak organisasi yang berubah dari organisasi konvensional menjadi organisasi yang berbasis IT. Saat ini ada media youtube, facebook, instagram dan berbagai media lain. Manfaatkan media itu dengan kontent-kontent yang menarik dan bagus. Biasanya orang berfikir kalau kita harus orang IT atau ilmu komputer baru bisa memanfaatkan ini. Anggapan salah, justru content creator itu biasanya hadir dari bidang-bidang keilmuan yang berbeda. Tentu sinergi antar pelatih, pembina, pengurus, peserta didik di Gerakan Pramuka sangat diperlukan.

Kedua, Turun Lapangan,
setelah sistem IT kita bangun, masuklah ke lapangan. Perkenalkan konten kita ( Kwartir Cabang) kepada khalayak ramai. Tentu segmen Gerakan Pramuka sangat luas bisa di segmentasi berdasarkan usia: penggalang, penegak, pandega, pembina. Selain menyasar audiens pramuka, coba sasar juga audien masyarakat. Agar masyarakat tau bahwa pramuka tak hanya tepuk tangan sandi rumput, kemah,PBB saja tetapi ada kontent dan kegiatan lain yang menarik.

Ketiga, Kerjasama
Era industri 4.0 menuntut kita menjadi Smart Society 5.0. Sederhanya kita harus menjadi masyarakat yang cerdas yang mampu bersinergi dengan orang-orang disekitar kita. Tidak hanya individu, tapi juga organisasi, jalin kerjasama , silahturahmi dengan pemerintah, instansi terkait, perusahaan yang bisa mengangkat citra Gerakan Pramuka

Keempat, Tetap Rendah Hati
Walaupun kita memiliki banyak pengalaman mengorganisasi kegiatan atau prestasi tidak perlu sombong. Sikap ini diperlukan di era sekarang, dimana semua dinamis. Kita harus siap berubah dalam kondisi apapun dan tetap survive.

Sebagai penutup ada pesan moral untuk kita semua,
jadilah pelatih pembina pramuka yang kreatif dan jangan batasi pemikiran kita hanya pada kondisi saat ini saja. Tapi cobalah berfikir investasi melalui aktif di kegiatan kepramukaan, adalah investasi masa depan bagi kita. Tentu, nilai manfaat yang bisa diperoleh saat ini juga tak kalah penting walaupun sifatnya biasanya non materiil. Tetap semangat dan berdoa kepada Allah SWT untuk setiap agenda kegiatan yang ada. Jangan hanya fokus pada berapa dana yang diperlukan dan bagaimana cara mendapatkannya?. Tapi fokus pada apa manfaat dari suatu kegiatan kalau perlu tanpa mengeluarkan dana dengan melakukan sinergi dan kerjasama dengan banyak pihak. Industri 4.0 dan smart society 5.0 memaksa kita untuk bisa lebih terbuka dalam segala hal dan terus smart dalam kolaborasi dengan semua pihak. Semoga energi positif kegiatan pramuka akan selalu mengalir pada jiwa jiwa para pegiat pramuka. Aamiin.

Dolokgede, 25/1/2020

*) Pegiat Pramuka,  peserta Pitaran Pelatih Kwarcab Bojonegoro 2020