Timlak Mendapatkan Pelatihan Peningkatan Kualitas

oleh -75 views

SuaraBojonegoro.com – Exxon Mobil Cepu Limited  bermitra dengan Lembaga Studi Penguatan Masyarakat (LSPM) Bojonegoro dalam upaya peningkatan kualitas tim pelaksana kegiatan (Timlak) dalam Program Patra Daya tahun 2019, menyelenggarakan uji coba pembuatan beton K-100 dan beton K-225. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan Timlak yang dilaksanakan pada akhir Bulan Juli 2019.

Kegiatan uji coba pembuatan beton K-100 dan beton K-225 ini bertempat di Desa Sembung Kecamatan Kapas, diikuti oleh perwakilan timlak desa-desa yang tergabung dalam Paket 3 (Desa Ngumpakdalem, Desa Sumbertlaseh Kecamatan Dander, Desa Sembung, Desa Sambiroto Kecamatan Kapas, Desa Pacul, Desa Sukorejo, Desa Mulyoagung Kecamatan Bojonegoro) dan Paket 7 (Desa Tengger, Desa Bareng, Desa Jelu, Desa Jampet, Desa Wadang Kecamatan Ngasem, Desa Ringintunggal, Desa Katur, Desa Beged Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro).

Di sela-sela sambutannya, M. Rondli selaku Konsultan Teknik EMCL berharap dengan adanya kegiatan ini tim pelaksana (masyarakat) mempunyai pengetahuan yang benar tentang komposisi dan campuran yang telah direncanakan, terutama pengetahuan yang benar tentang mutu beton. Di samping itu ia juga berharap tim pelaksana bisa melakukan pengendalian mutu beton sesuai dengan mutu beton yang direncanakan.

Ditemui secara terpisah Direktur LSPM, M. Muthohari menjelaskan bahwa kegiatan ini  menitiktekankan pada praktek karena sebelumnya peserta sudah dibekali materi dalam pelatihan pada akhir Bulan Juli kemarin.
Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti kegiatan ini, pasalnya kegiatan seperti ini (uji coba pembuatan beton K-100 dan beton K-225) baru pertama diikuti mereka selama pengalaman menjadi Timlak.

“Saya baru pertama kali ikut praktek pembuatan mutu beton ini Mas, selama saya menjadi Timlak desa” ujar Sunjani Ketua Timlak Desa Katur Kecamatan Gayam.

Material atau alat yang disiapkan untuk praktek ini adalah pasir, koral, semen, air, dolak, dan cetakan kubus serta molen sebagai mesin pengaduk material.

Untuk mengetahui ketepatan campuran air dengan adonan beton tim LSPM melakukan test slump. Dengan demikian, jika campuran airnya sesuai, maka ketika adonan beton dimasukkan ke dalam slump lalu dilepas, adonan beton akan tetap membentuk slump (silinder), itu artinya campuran airnya benar dan sebaliknya. Sedangkan untuk memastikan kebenaran mutu beton yang direncanakan akan dilakukan uji tekan, namun uji tekan ini baru bisa dilakukan nanti selatelah umur beton sudah mencapai sekitar 28 hari.

“Di akhir kegiatan ini masing-masing peserta diberi hasil dari praktek pembuatan beton berupa beton yang dimasukkan ke dalam gelas plastik minuman mineral. Dengan demikian peserta dapat melihat perbedaan warna beton K-100 dan warna beton K-225” Pungkas Muthohari. (Lis/SB)