Menyamar Sebagai Sales Pemuda Ini Tega Perkosa Gadis Cacat

oleh -1.058 views

Reporter : Bima Rahmat

SuaraBojonegoro.com – Berkedok sebagai salesman gelang dan kalung terapi PH (24)warga Nias, Sumatera Utara, tega memperkosa Bunga (bukan nama sebenarnya) anak gadis warga Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Selasa (23/07/19).

Yang lebih miris lagi Bunga menderita kelumpuhan sejak dari lahir. Menurut keterangan Kepala Desa setempat menuturkan bahwa dari keterangan ayah korban, peristiwa tersebut bermula saat PH datang ke rumah korban pada pukul 13.00 WIB dan menawarkan barang dagangannya yakni berupa gelang dan kalung kesehatan.

“Karena memang pelaku itu sales,” katanya.

Selain menawarkan barang, pelaku juga menawarkan jasa terapi kepada korban. Karena merasa senang ada yang membantu orang tua korban mengijinkan pelaku membantu anakanya untuk diterapi. Karena merasa senang ada yang membantu, selanjutnya ayah korban keluar rumah untuk memanggil istrinya yang bekerja sebagai buruh mengiris bawang merah.

Akan tetapi tawaran terapi tersebut ternyata hanya akal-akal pelaku. Pasalnya saat ayah korban memanggil istrinya tersebut pelaku justru menyetubuhi korban yang tidak berdaya.

“Namun tak disangka, tawaran terapi itu hanya akal-akalan pelaku saja,” jelasnya.

Ayah korban tidak menyangka jika pelaku yang ia anggap penolong itu justru merenggut kegadisan putrinya.

“Saya yang pertama kali mengetahui perbuatan itu karena mendengar anak saya menangis menjerit-jerit minta tolong. Kuatir terjadi apa-apa, saya bergegas masuk rumah, ternyata anak saya diperkosa pelaku,” ucap ayah korban.

Mengetahui kejadian tersebut akhirnya ayah korban sontak berteriak hingga tetangga berdatangan dan menghujani pukulan terhadap pelaku.

Tidak ingin terjadi tindak anarkis lebih jauh dari warga yang emosi, akhirnya Kades perempuan tersebut menghubungi Polsek Kepohbaru untuk membantu segera mengamankan pelaku dari amuk warga yang geram.

“Ya, kini kasusnya ditangani Polsek. Korban sudah divisum dan pelaku mengaku telah menyetubuhi korban dengan dalih terapi,” pungkasnya. (Bim/red).