Mochlasin Afan, Minta Segera Dinas Pertanian Atasi Masalah Petani

oleh -400 views

Reporter : Arum Sekar

SuaraBojonegoro.com – Adanya persoalan tanaman padi yang kesulitan air dan juga Serang hama, dibeberapa tempat harus mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas pertanian, karena jika dibiarkan maka dapat merugikan petani hingga gagal panen.

Hal itu disampaikan oleh Muchlasin Afan, Anggota Komisi B DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Bojonegoro kepada SuaraBojonegoro.com, bahwa persoalan yang dihadapi petani ini khususnya air harus segera mendapatkan perhatian. “Dari beberapa laporan kekeringan tanaman padi terjadi di antaranya diwilayah Sumberrejo dan Baureno,” Kata Mochlasin Afan.

Dia Juga menyampaikan bahwa Dinas pertanian harus turun lapangan guna menyampaikan dan mendapatkan Solusi guna menangani keluhan petani, karena sulitnya hujan menyebabkan wilayah pertanian dibeberapa desa mengalami kesulitan air.

Menurut Mochlasin Afan, bahwa penanganan soal pertanian tidak bisa ditunda karena merupakan penopang ekonomi bagi para petani. ” Jika dibiarkan bisa menyebabkan gagal panen, karena tanaman padi usia 20 hari ini masih membutuhkan air,” tambahnya.

Selain itu masalah hama yang menyerang tanaman padi seperti di wilayah pertanian desa Mojoranu, kecamatan Dander juga harus segera mendapatkan solusi guna membasmi hama tersebut.

Dirinya juga akan menyampaikan kepada Pimpinan Komisi B DPRD Bojonegoro agar segera mendapatkan tanggapan dan tindakan yang jelas terhadap masalah yang dihadapi para petani ini. ‘Mapping atau pendataan dari dinas pertanian harus segera di lakukan untuk memastikan seberapa luas sampak kekeringan yang di timbulkan oleh pètani dan berapa estimasi kerugian yang di timbulkan akibat dampak kekeringan ini,” Tambah Politisi Asal Partai Demokrat dari Dapil III ini.

Kemudian Pemkab melalui dinas harus punya data nya baru bicara penanganan dan langkah lanjutan, apakah akan ada kompensasi yang di berikan termasuk berapa yang tercover asuransi. Mochlasin Afan juga Langkah pemkab untuk penanganan persoalan ini akan sangat menentukan arah kebijakan bupati terpilih apakah memang pro terhadap patani atau hanya sebatas jargon atau program kampanye. (Rum/Sas)