Bawaslu Bojonegoro Launching Kampung Anti Money Politik

oleh -35 views

Reporter : Bima Rahmat

SuaraBojonegoro.com – Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro, hari ini melaunching kampung anti money politic yang diselenggarakan di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. Dipilihnya Desa Sukorejo, ini lantaran desa ini memeiliki spesifikasi yang tidak dimiliki oleh desa yang lain. Sabtu (13/04/19).

Hal ini disampaiakan Zainuri, selaku Ketua Bawaslu, Kabupaten Bojonegoro, dirinya menyatakan bahwa anti kampung maney politic merupakan budaya yang luhur yang patut untuk ditularka kepada desa-desa yang lain.

“Kampung anti maney politic ini ada budaya yang patut untuk ditularka ke desa-desa yang lain,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Bojonegoro, Kompol Dani Rinawan, menuturkan jika dengan louncing kampung money politic di Desa Sukorejo, ini nantinya akan mampu menjadikan pelaksanaan pemilu 17 April 2019 berjalan dengan lancar.

Hal senada juga diungkapkan oleh Syaiful Anam, selaku Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bojonegoro. Dalam kesempatan ini Syaiful Anam, mengajak para warga untuk tidak mudah dipengaruhi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Desa Sukorejo, merupakan desa yang dikenal sebagai desa yang tidak mengenal money politic, termasuk masyarakat desa yang selalau antusias dalam pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan. Kesadaran masyarakat dalam pemilu tanpa embel-embel uang.

“Tanpa uangpun warga tetap akan memilih dan hebatnya warga tidak berharap adanya calon yang memberikan uang untuk dipilih,” kata Kusbyanto, selaku Kepala Bakesbangpol dan Linmas, Kabupaten Bojonegoro.

Dirinya berharap kepada masyatakat untuk tidak terpecah belah serta tidak ada gesekan dalam pelaksanaan pemilu hanya karena beda pilihan. Sementara itu Eka Rahmawati, selaku Komisioner Bawaslu, Jawa Timur, menegaskan bahwa anti money politik merupakan bentuk penerapan undang-undang yang mereprentasi peran serta atau peran masyarakat dalam pengawasan pemilu.

“Sasaran paling rentan dalam politik uang adalah kaum ibu-ibu,” pungkasnya. (Bim/red).