Waspada Paham Radikalisme, Didik Mukrianto Ajak Tingkatkan Persatuan

oleh -39 views

Reporter : Arum Sekar

SuaraBojonegoro.com – Dengan adanya peristiwa penembakan oleh teroris di Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, pada hari Jumat (15/03/19) kemarin, dan dua orang warga Negara Indonesia asal Sumatera Barat turut menjadi korban dalam insiden tersebut.

Dalam kegiatannya yang menyapa masyarakat di Dapil Pemilihannya yaitu Bojonegoro dan Tuban, pria yang anggota DPR RI dari fraksi Demokrat ini mengajak kepada semua lapisan masyarakat guna mewaspadai adanya hal hal yang dapat membahayakan masyarakat dan bagsa.

“Prilaku oleh terorisme adalah prilaku radikal yang patut untuk kita lawan, apalagi pengaruhnya wajib kita hindari,” Kata Didik Mukrianto kepada SuaraBojonegoro.com. Sabtu (16/3/19).

Ketua Nasional Karang Taruna ini juga mengungkapkan bahwa masyarakat harus menolak dan mewaspadai bersama paham radikalisme yang saat ini tidak hanya di perkotaan, namun juga telah masuk diperdesaan dengan menyasar para kaum muda yang notabene gampang dipengaruhi melalui metode cuci otak.

“Selain gampang dipengaruhi melalui metode cuci otak, masuknya paham radikalisme juga dilakukan penyebaran melalui media sosial,” terang Pria yang biasa dipanggil Mas Didik ini.

Masih menurut Mad Didik, bahwa paham radikalisme yang disebar melalui media sosial dengan menyebarkan berita-berita hoax, berita yang mengandung ujaran kebencian serta berita yang mengandung fitnah, sehingga jika diterima dan dipahami tanpa adanya melakukan pencarian akan kebenaran berita yang telah tersebar melalui media sosial.

“Sebelum menyebarkan berita yang diterima melalu media sosial, terlebih dahulu dicari kebenarannya”, pesannya.

Dengan meningkatkan dan saling menjaga persatuan antar masyarakat maka gerakan dan paham apapun tidak akan bisa masuk diwilayah NKRI sehingga akan menguatkan bangsa ini.

Kepada masyarakat Didik Mukrianto mengingatkan terus menjaga persaudaraan agar tidak ada perpecahan dalam menjelang Pemilu dan Pemilihan Presiden 2019 nanti, meskipun timbul perbedaan dalam suatu pilihan akan tetapi perbedaan tersebut dapat menyatukan masyarakat Indonesia.

“Rakyat adalah bagian dari kekuatan bangsa, dengan meningkatkan persatuan dan kesatuan maka akan menjaga keutuhan bangsa ini,” Pungkas Didik Mukrianto. (Rum/Sas)