Diduga Ada Kejanggalan Rekrutmen Pendamping BUMDes Bojonegoro

oleh

SuaraBojonegoro.com – Dugaan kejanggalan dalam proses rekrutmen pendamping BUMDes Kabupaten Bojonegoro tahun 2019 mencuat usai tahapan tes tulis yang digelar tadi pagi Senin, (4/03) di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Beberapa peserta saling menanyakan dugaan kejanggalan-kejanggalanya, antara lain, diawal pengumuman yang beredar ada 100 peserta. Namun, di papan pengumuman yang di tempel di Dinas PMD saat tes tulis jumlahnya menjadi peserta 120, artinya ada 20 nama tambahan.

“Yang patut diduga lagi adalah nilai peserta nomor 101 hingga 120 sangat perfect. 2 orang ada yang mendapat 100, dan lainnya 90 an ke atas,” beber salah satu peserta perempuan yang enggan disebut namanya itu.

Kemudian, katanya, indikasi tersebut diperkuat dengan kertas pengumuman yang ditempel di Dinas PMD terbagi dua, ada kop dan 2 tanda tangan pihal Dinas.

“Ada juga indikasi bocornya soal. Maka, pihak Pemkab atau dalam hal Dinas PMD harus segera memberi penjelasan tegas,” keluhnya.

Dari informasi yang dihimpun, soal tes tulis calon pendamping BUMDes tersebut ada 50 soal. Dan penyusunanya dijaga ketat oleh Satpol PP dan disimpan di kantor Satpol PP Bojonegoro.

“Kalau untuk cara koreksinya sudah sangat transparan,” tutupnya.

Salah satu peserta perempuan tersebut juga berencana mengadu ke DPRD Bojonegoro terkait adanya dugaan kejanggalan dalam tes tersebut.

Sementara itu, Plt Dinas PMD Ahmad Faisol saat dikonfirmasi suarabojonegoro.com terkait dugaan kejanggalan mengatakan bahwa hasil tes tulis Pendamping BUMDes adalah murni dari adanya Tes tulis, namun dikatakan juga hal tersebut belum menjadi hasil Akhir, karena masih ada tea wawancara.

“Masih ada tes wawancara yang merupakan akan mengeluarkan hasil final dan tes tulis belum absolute,” Kata Faisol.

Dan rencananya tes wawancara akan dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2019, dengan penguji sesuai bidang diantaranya adalah untuk bidang pertanian nanti akan dilakukan oleh petugas dari dinas Pertanian, begitu juga dengan soal bidang pariwisata, akan didatangkan penguji dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

“Kita sudah kirim surat ke instansi yang akan kita undang sebagai tim penguji dalam wawancara,” Tambahnya.

Sementara itu, Faisol juga meminta agar hasil tes tulis tidak dijadikan opini terlebih dahulu, karena masih ada tes akhir yang menentukan adalah tes akhir yaitu wawancara, ditambahkan pulan bahwa tidak absolute yang mendapatkan nilai tertinggi dalam tes tulis akan lulus. (Sas*)

Reporter : Sasmito