Pentingnya Pembangunan Infrastruktur di Era Persaingan Global

oleh -34 views

Oleh : Maimunah

(Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang 2018)

 

Presiden Joko Widodo kembali menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur bagi suatu negara guna menghadapi era persaingan di masa mendatang.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jokowi (Projo) di Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta, pada Senin malam, 4 September. Oleh sebab itu, pemerintahan yang dipimpinnya saat ini fokus pada pembangunan infrastruktur di seluruh Tanah Air. Mulai dari pembangunan jalan tol, jalur kereta api, hingga pembangunan dan perluasan bandara serta pelabuhan.

 

Pembangunan tersebut dilakukan pemerintah bukan hanya di Pulau Jawa, melainkan hingga ke wilayah perbatasan Indonesia dengan sejumlah negara tetangga. Menurutnya, pembangunan di perbatasan penting karena menyangkut harga diri dan martabat bangsa.Pemerintah mengalokasikan anggaran yang besar, dari APBN maupun sumber lain demi mencegah bencana di masa mendatang yang diakibatkan ketertinggalaninfrastruktur dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air. Besarnya anggaran tersebut dialokasikan bagi pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur.

 

Ini juga agar infrastruktur Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan global.
Saat ini pemerintah konsisten mengalokasikan 20 persen dari total belanja pemerintah dalam APBN untuk pendidikan dan 5 persen untuk kesehatan. Selain itu, sangat besar anggaran yang dikucurkan bagi pembangunan infrastruktur di seluruh penjuru Tanah Air.Menurut Scenaider ketika kelompok masyarakat usia produktif tidak memiliki kemampuan yang mumpuni, pada akhirnya akan menjadi beban sosial yang akibatnya menjadi beban bagi pemerintah dan masyarakat.

Sementara pembangunan infrastruktur dibutuhkan untuk efisiensi kegiatan ekonomi secara umum. Tanpa infrastruktur, dalam hal sederhana saja, pengiriman bahan makanan untuk sampai ke pasar-pasar akan terhambat hingga berdampak pada kenaikan harga komoditas lalu menyulitkan masyarakat itu sendiri.Dia mencontohkan China yang berhasil bangkit dari kondisi yang lemah hingga era 1980-an kemudian sejak 1990-an berhasil menjadi raksasa adalah berkat pembangunan infrastruktur yang efisien.

Dengan infrastruktur dasar seperti jalan raya dan jalur kereta api yang terbangun maka biaya produksi barang akan jauh rendah sehingga membantu meningkatkan daya saing Indonesia dibandingkan negara lain.Tentu saja untuk mengejar target tersebut, pemerintah tidak dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan tersebut hanya melalui dana yang berasal dari dalam negeri berupa penerimaan negara, baik dari pajak maupun di luar pajak.

Pemerintah saat ini sedang menggenjot pembangunan infrastruktur. Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur itu, ada beberapa tantangan yang mesti dihadapi sebagai berikut :
Pertama disparitas antar wilayah dan kawasan masih tinggi, terutama antara kawasan barat Indonesia dan kawasan timur Indonesia (KTI). Kedua, daya saing nasional yang masih harus terus didorong, yang salah satunya melalui peningkatan konektivitas. Ketiga, tingkat urbanisasi yang tinggi yaitu sebesar 53% penduduk tinggal pada kawasan perkotaan. Keempat, pemanfaatan sumber daya yang belum optimal dalam mendukung kedaulatan pangan dan energi. Meski harus menghadapi tantangan tersebut, pemerintah tetap meneruskan pembangunan infrastruktur. Arie mengatakan, pemerintah menempatkan infrastruktur sebagai prioritas kebijakan pembangunan nasional merupakan pilihan yang logis dan strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

 

Selain itu, salah satu pembangunan infrastruktur mendorong peningkatan daya saing Indonesia. Menurut laporan Global Competitiveness Index yang dirilis World Economic Forum, daya saing Indonesia naik 5 peringkat ke posisi 36.Meningkatkan infrastruktur merupakan pilihan logis. Bila dilihat persaingan global sekarang Indonesia nomor 36 dan infrastruktur itu kunci utana meningkatkan daya saing.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia ternyata masih sangat lambat dibandingkan beberapa negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Sehingga masih perlu kerja sama dari pihak pemerintah, swasta dan seluruh lapisan masyarakat, agar bisa terus melesat dan bisa memberikan efek positif bagi perekonomian.

Pembangunan infrastruktur sendiri diprioritaskan untuk 5 sektor infrastruktur prioritas yaitu :
1. Energi
2. Transportasi
3. Jalan, dengan melakukan pembangunan jalan tol maka akan memiliki efek positif, setidaknya dapat menurunkan harga logistik.
4. Jembatan, pembangunan jembatan juga sangat penting sekali, mampu menurunkan harga logistik.
5. Air dan Perumahan, karena pembangunan sanitasi yang memadai dan sesuai dengan standarisasi juga perumahan sangat menunjang kesehatan yang lebih baik lagi untuk masyarakat.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro juga mengungkapkan bahwa efek positif dari pembangunan infrastruktur terhadap perekonomian ada lima, yaitu :
1. Produktifitas akan jauh lebih meningkat.
2. Dengan pembangunan infrastruktur yang baik dan berkualitas maka akan menurunkan biaya input.
3. Pastinya akan menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan.
4. Mengangkat sektor lain untuk bergerak lebih pesat, seperti sektor pariwisata.
5. Meningkatkan jaringan informasi dan akses pasar lebih baik lagi.
Seperti pembangunan jalan dan fasilitas di sektor pariwisata, setidaknya akan mendongkrak perekonomian di sekitarnya. Seperti saat teman-teman berada di tempat wisata yang fasilitasnya sangat kurang, sanitasi gak memadai, lokasi  kotor dan gak terawat, udah itu jalan menuju lokasi tersebut rusak dan gak aman, pastinya kapok dong untuk kesana lagi dan membuat tempat wisata itu lama-lama sepi pengunjung. Hal tersebut akan memberikan efek negatif untuk masyarakat sekitar yang memang perekonomiannya mengandalkan dari tempat wisata tersebut.Berbeda jika di suatu tempat wisata punya fasilitas yang memadai, sanitasi baik dan bersih, jalan yang nyaman maka akan lebih banyak wisatawan yang datang ke tempat wisata tersebut, sehingga perekonomian warga sekitar menjadi lebih baik lagi, setidaknya mengurangi pengangguran.

Jadi, pastinya sebagai warga negara yang baik, harus membayar pajak, untuk pembangunan infrastruktur yang labih baik lagi. Dan, pembangunan infrastruktur ini harus didukung dari segala aspek, karena memerlukan proses yang panjang untuk menikmatinya dan dana yang gak sedikit. Semoga perekonomian kita terus lebih baik setiap harinya. (**)