Di Kecamatan Kalitidu, Angka Kemiskinan Tertinggi di Desa Grebegan

oleh -47 views

SuaraBojonegoro.com – Kecamatan Kalitidu ada 18 desa, 47 dusun, 79 Rw, 292 Rt. Jumlah Penduduk kecamatan Kalitidu 50,842 jiwa yang terdiri perempuan 25280 jiwa, laki-laki 25562 jiwa.

Disampaikan oleh Camat Kalitidu, Mukhlisin bahwa angka kemiskinan di kecamatan kalitidu PBDT pemutakhiran Basis Data Terpadu 2015 yang didapat dari BPS angka tertinggi ada di desa Grebegan 57% dari total penduduk yang berjumlah 1770 yaitu sekitar 1011.

Sedangkan angka kemiskinan terendah adalah desa sumengko sekitar 22% dari total penduduk 2611 atau sekitar 286. “Jadi Total angka kemiskinan di kecamatan Kalitidu berdasarkan PBDT adalah 19727 dari total 50842 jiwa,” Kata Camat Kalitidu, saat pembinaan aparatur desa di kecamatan kalitidu di pendopo kecamatan kalitidu (13/12/18)

Disampaikan juga bahwa untuk APBDes 2018 rata-rata desa mendapatkan 1,4 M, dimana yang tertinggi itu 1,6 M ada di desa sumengko, Talok, DAN Desa Leran, sedangkan yang terkecil itu 1,2 M yaitu desa Kalitidu dan desa Mayanggeneng.

Sedangkan Untuk masalah ODF ada 7 desa yang belum ODF yaitu desa Sumengko, grebegan, Mojosari, Pumpungan, Leran, Pilangsari dan Wotangare. “Untuk siskudes yang sudah berjalan hanya 3 yang masih belum berjalan dari 18 Desa, yaitu desa Grebegan, Leran, dan Desa Talok,” tambahnya.

Dijelaskan juga untuk Rumah tidak Layak Huni tahun 2017 itu ada sekitar 837 Rumah Tidak Layak Huni, yang paling Banyak berada di desa Brenggolo ada 229 Rumah tidak layak huni, sedangkan yang terkecil itu Desa Mayanggeneng ada 4 yang tidak layak huni.

Selain untuk angka kematian yang tertinggi ada di puskesmas kalitidu ada 6 bayi yang meninggal sementara untuk kematian ibu ada 1 di puskesmas Pumpungan karena memiliki riwayat penyakit bawaan. Untuk jumlah bayi terbanyak berada di desa Mayangrejo ada 3 bayi.

“Sementara di bidang pendidikan SMPN 1 Kalitidu menjadi sekolah rujukan nasional, sedangkan untuk SMAN 1 Kalitidu mendapatkan The Most Favorit School In Quality Educations Program Of The Year 2018,” terang Mukhlisin.

Bupati Bojonegoro Anna Mua’wanah dalam sambutan dan pengarahannya Menyampaikan apa yang disampaikan oleh Camat Kalitidu sudah bagus karena apa yang disampaikan berbasis Data.

Sehingga, menurut Anna dengan data yang ada kita bisa melakukan intervensi untuk membuat kebijakan yang sesuai. Namun data yang disampaikan tidak linier dimana ADD desa Leran, Talok, terbesar ke-3 namun tidak ODF.

Dari data dari BPS mengatakan angka kemiskinan di Bojonegoro Turun 1,18% dari 14,78% menjadi 13.47%. “kedepan kita targetkan penurunan kemiskinan dalam 1 tahun itu 1,5%-2%. Penyumbang kemiskinan itu kesehatan, pendidikan dan akses ekonomi, Diantaranya adalah akses permodalan dimana dapat dilayani oleh BPR (Bank Perkreditan Rakyat) yang mana biaya administrasinya 0,5% setahun,” terang Bupati Anna.

Diterangkan oleh Bupati Anna, jika tidak punya akses permodalan merupakan salah satu factor kemiskinan. Pemkab punya program pembiayaan pedagang produktiv. Sehingga dengan bantuan ini akan membantu para pedagang dalam mencari akses permodalan. (Sas/Lis)