Pendapatan Cukai Bojonegoro Lebihi Target Hingga 14 Persen

oleh

SuaraBojonegoro.com – Penerimaan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Bojonegoro, diakhir tahun 2018 ini melebihi target hingga 14 persen. Hal ini disampaikan oleh Winarko, selaku Kepala Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Bojonegoro. Rabu (12/12/18).

Dirinya menyatakan bahwa di tahun 2018 target awal ditetapkan target sebesar Rp730 Milyar. Sampai hari ini penerimaan Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Bojonegoro, telah mencapai Rp857 Milyar.

“Melebihi target 14 Milyar,” katanya.

Dirinya mengungkapkan jika kelebihan target tersebut diperoleh dari hasil menigkatnya produksi cukai. Adapun dengan kelebihan target tersebut kesemuanya untuk penerimaan negara. Dengan target yang menigkat tersebut secara otomatis penerimaan negara juga akan menigkat.

“PPN cukai yang diterima kantor pelayanan pajak juga menigkat. Dan bagi hasil pajak cukai yang dibagikan kepada Pemda juga menigkat. Demikian juga dengan pajak rokoknya juga menigkat,” ujarnya.

Walau demikian dalam penetapan tahun 2019 mendatang dengan asumsi produksi yang sama dan peminat rokok yang sama kemungkinan cukai akan tetap.

“Tetapi kita lihat dulu kedepannya nanti. Jika empat tahun terakhir nanti kecendrungannya naik, biasanya akan dinaikkan penerimaannya,” jelasnya.

Dari data yang dihimpun suarabojonegoro.com, penerimaan cukai di tahun 2019 ini merupakan oenerimaan yang tertinggi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yakni di tahun 2016 dan 2017 penerimaan pajak cukai dibawah Rp700 Milyar.

“Yang paling tinggi di Pasuruan yakni sekitar Rp46 Triliyun,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini Winarko, menuturkan jika terkait dengan peredaran rokok ilegal di Kabupatrn Bojonegoro, sendiri tidak terlalu banyak. Dirinya mebgaku jika peredaran ilegal justru banyak yang masuk dari luar daerah Bojonegoro, seperti Malang, Blitar dan seputar Jawa Tengah.

“Di Bojonegoro, ada tapi tidak begitu signifikan,” pungkasnya. (Bim/red).

Reporter : Bima Rahmat