Puluhan PKL Belakang Stadion Datangi DPRD Minta Tidak Dipindah

oleh

SUARABOJONEGORO.COM –  Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di trotoar dan berada di sebelah timur Stadion Letjen Sudirman Bojonegoro, mendatangi Kantor DPRD Bojonegoro untuk menyampaikan rasa protes karena tidak boleh berjualan ditempat mereka yang digunakan biasa berdagang. Kamis (15/11/18).

Selama ini mereka Menempati bahu jalan dan para pengunjung menempati halaman belakang Stadion dan hal itu mendapatkan teguran dan mendapatkan larangan untuk berjualan, dan menolak dipindahkan.

Darmaji selaku wakil dari pedagang merasa dengan akan dipindahkannya para pedagang ini membuat para pedagang lainnya merasa tidak nyaman jika harus berjualan ditempat baru karena pelanggan banyak yang enggan datang.

“Minta kebijakan agar kami tidak dipindah karena tempat yang disediakan sulit untuk mendapatkan pelanggan,” Kata Darmaji.

Disampaikan oleh Pedagang yang lainnya Yuni, mereka tidak akan pindah, karena tempat ini sudah cukup nyaman bagi para pelanggan, dan jika pindah ekonomi mereka tidak akan jalan.

“Jika dipindahkan kami benar benar akan kesulitan mendapatkan ekonomi tang bisa kami gunakan untuk kebutuhan sehari hari, dan kami tidak ingin dipindahkan di depan stadion, tapi ada alternatif atau tempat lain yang bisa kami gunakan untuk berjualan,” Ungkap Yuni.

Yuni juga mengungkapkan, sejak dilakukan penertiban dirinya merasa kesulitan berdagang dan kesulitan mendapatkan uang karena jarang berjualan. Dirinya juga mengungkapkan bahwa irinya dan pedagang lainnya mengaku mulai menjajakan dagangannya pada pukul 17.00 WIB hingga jam 00.000 WIB.

“Justru jika ada kami yang berdagang disitu malah anak anak muda yang suka mabuk dan berbuat nakal dilokasi tersebut sekarang malah justru tidak ada karena ada pedagang dan banyak orang,” Terang Yuni.

Anam Warsito wakil Pimpinan Komisi A DPRD Bojonegoro mengaku akan mengupayakan tempat yang lebih baik lagi karena memang tempat sebel

Stadion ada sarana dan prasarana untuk berjualan bagi PKL, sehingga kejenuhan PKL di tempat lama seperti di Terminal, Taman Rajekwesi dan Alun alun bisa menjadi refresh bagi pedagang dan masyarakat.

“Harapan kami Ada pembuatan tempat khusus bagi PKL ditempat yang sama tapi Dibuatkan tempat khusus yang tertata,” Kata Anam Warsito.

Dikatakan oleh Anam bahwa saat inu mereka kan tidak teryata dan tidak terkelompok sehingga kurang tampak rapi, jadi akan dilakukan penataan kepada para PKL ini sehingga akan tampak bersih

“Nanti januari 2019 diperkirakan akan selesai soal tempat bagi para PKL di wilayah Stadion ini sehingga akan tampak. Bagus kedepannya,” jelas Anam. (SB/Red)