Beredar Info Pilkades Serentak Februari 2019, Forminda Masih Bahas

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Di media sosial beredar selebaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan Januari dan Februari 2019 mendatang. Namun dalam selebaran tersebut tidak terdapat stampel resmi maupun tanda tangan dari Pemkab Bojonegoro. Minggu (10/11/18).

Menaggapai hal tersebut Mochammad Chosim, selaku Plt Kepala Dinas Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Desa, Kabupaten Bojonegoro, menyatakan bahwa rencana Pilkades serentak pada bulan Januari dan Februari 2019 tersebut masih menjafi pembahasan di Forpimda.

“Memang, rencana belum ada apa-apa ya sangat pasti berubah-rubah,” katanya saat di konfirmasi melalui sambungan WhatsAppnya.

Menaggapi hal tersebut Teguh Widodo, selaku Kepala Desa Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro. Kepada suarabojonegoro.com, dirinya mengaku setuju jika dalam pelaksanaan Pilkades mendatang agar dipercepat.

“Untuk kodisifitas pemilu Pilleg dan Pilpres. Banyak alasan yang pada intinya Desa ingin resiko sosial dan politik paling ringan,” ujarnya.

Dirinya beroendapat jika Pikades serentak nantinya dilaksanakan pada bulan Januari dan Februari 2019 maka akan meminimalisir terjadinya konflik.

“Bayangkan kalau Pilkades setelah Pileg dan Pilpres, masyarakat akan terkotak kotak karena kepentingan Partai, pemilihan BPD baru Pilkades. Tensi paling panas adalah Pilkades dan pilihan BPD,” jelasnya.

Sementara itu, Samudi, selaku Kepala Desa Kepoh Kidul, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Kepla Desa Pemilihan Antar Waktu (PAW) ini menyatakan bahwa konflik bisa terjadi baik sesudah maupun setelah Pilpres

“Saya tidak terkait karena saya ikut rombongan 2020 mas. Tapi sepertinya idealnya sebelum Pilpres alasan bulan 4 akan ada pilihan BPD dengan cara pemilihan per KK,” pungkasnya. (Bim/red).

Reporter : Bima Rahmat