Pekerja Bangunan di RSUD Sumberrejo Jatuh Dari Lantai 4 Lalu Meninggal

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Seorang pekerja bangunan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumberrejo Bojonegoro, pada Kamis (08/11/2018) sekira pukul 21.10 WIB tadi malam, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai empat, bangunan gedung rumah sakit tersebut.

Sebelum terjatuh, korban bersama rekan-rekan pekerja yang lain sedang mengerjakan pekerjaan pemasangan dinding menggunakan bata ringan (herbel), di lantai empat gedung tersebut, namun diduga korban terpeleset sehingga terjatuh dan meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Mukhamad Ali Arifin (20) warga Desa Kedungrejo RT 004 RW 002 Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah.

Informasi yang didapat awak media ini dari Kapolsek Sumberrejo, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Singgih Sujianto SH, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi dan dari hasil olah TKP, kronologi kejadian tersebut bermula, pada Kamis (08/11/2018) sekira pukul 19.00 WIB, korban bersama dengan teman-temanya kembali bekerja untuk menyelesaikan pembangunan di RSUD Sumberrejo.

Saat itu, korban bersama dengan seorang rekannya yang bernama Antok (20), yang juga tetangga korban yang sama-sama bekerja di proyek tersebut, naik ke lantai 4 untuk memasang herbel atau bata ringan, pada dinding bangunan tersebut, dengan memanjat talang yang terbuat dari galfalum.

“Saat itulah teman korban tiba-tiba mendengar suara ramai dari bawah dan setelah dilihat ternyata korban sudah terjatuh,” terang Kapolsek, Jumat (09/11/2018) pagi, yang dikutip dari keterangan saksi.

Kapolsek menambahkan, mengetahui korban yang terjatuh tersebut selanjutnya rekan korban yang lainnya dan Satpam RSUD serta warga yang berada di lokasi kejadian, segera berupaya menolong korban.

“Namun korban diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia,” imbuh Kapolsek.

Selanjutnya korban di bawa ke ruang IGD dan setelah di lakukan pemeriksaan oleh dokter, korban diketahui mengalami patah tulang leher, patah tangan kiri, patah kaki kanan, patah tengkorak depan sampai belakang.

Sementara berdasarkan hasil olah TKP, penyebab korban terjatuh diduga karena korban terpeleset.

“Saat mengerjakan pekerjaan pemasangan dinding gedung tersebut, korban menginjak galvalum yang pada saat itu diduga kondisinya licin karena habis hujan, sehingga korban terpeleset dan terjatuh.” jelas Kapolsek.

Masih menurut AKP Singgih, bahwa saat ini petugas masih terus mendalami apakah dalam kasus tersebut ditemukan adanya unsur pidana, yaitu dugaan karena adanya kesalahan (kealpaan) yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.

“Petugas masih meminta keterangan pada para saksi. Kita tunggu hasil penyelidikan yang masih berjalan,” pungkas Kapolsek. (SB/lis)