Mengaku Pengacara, Pria Ini Tipu Ratusan Juta Rupiah

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Seorang Pria berinisial Gus AA warga Kali Lending ,Kecamatan Kenjeran Surabaya harus dibekuk oleh Satuan Reskrim Polres Bojongeoro karena telah melakukan penipuan hingga ratusan juta rupiah, berkedok pengacara pria ini menjanjikan proses perijinan yang cepat dan mudah.

Disampaikan oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, kepada awak media dihalaman Mapolres Bojonegoro saat pers rilis, bahwa pria yang kini menjadi tahanan Polres Bojonegoro ini Awalnya pada bulan September 2018 di rumah korbannya Chobul Rocliman warga Perumahan Banjarsari Blok B No. 21 Desa Banjarsari kecamatan Trucuk, Kabupatem Bojonegoro.

“Tersangka yang berpofesi sebagai pengacara yang mempunyai banyak jaringan menjanjikan
kepada korban bisa mempercepat proses pengajuan izin tambang di P2T Propinsi Jawa Timur
melalu jalur khusus,” Jelas Kapolres Bojonegoro, Senin (29/10/18).

Kepada Korbannya, tersangka ini menjanjikan proses perijinan cepat dengan harus meminta membayar mahal sebagai pelicin dan selama izin tambang belum turun tersangka menyuruh korban untuk segera menyelesaikan keuangan kepada dirinya dengan alasan untuk proses pengurusan.

“Tersangka ini juga mengaku bahwa uang dari korban ini untuk melobby kepada Polisi serta pejabat di Polda sebagai atensi,” Tambah Kapolres.

Dan uang hasil penipuannya tersebut dihabiskan oleh tersangka untuk kepentingan pribadi. Tersangka ini sempat kabur saat akan ditangkap Oleh anggota Sat Reskrim Polres Bojonegoro, dan sempat kejar kejaran dengan menggunakan mobil, namun tersangka dapat dilumpuhkan oleh petugas dan mobil yang dikendarai pelaku dapat dihentikan dan ditangkap.

Tersangka ini sebelumnya dilaporkan oleh korban dengan kerugian uang sejumlah Rp309 juta dan dari tangan tersangka juga diamankan berbagai barang bukti, bahkan senjata api serta surat surat indentitas palsu lainnya.

Adapun tersangka dijerat pasal berlapis,serta undang undang darurat dan kepemilikan narkoba, dengan ancaman hukuman penjara hingga seumur hidup. (SB/red)