KYSB Unigoro: Terima Kasih Kepercayaan Masyarakat Kepada Unigoro

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Sebanyak 392 Mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro) diwisuda hal ini Tentunya sangat membahagiakan bagi Unigoro (Universitas Bojonegoro), apalagi animo mahasiswa untuk mendaftar ke unigoro semakin meningkat, menunjukkan masyarakat semakin percaya kepada Universitas Bojonegoro. Hal ini seperti disampaikan oleh Arief Januarso selaku ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (KYSB) yang menaungi lembaga pendidikan Perguruan Tinggi Unigoro. Sabtu (27/10/18).

Disampaikan oleh Arief Januarso bahwa tahun ini 5 prodi yang ada di Universitas Bojonegoro telah terakreditasi B. Dan pada tahun 2018 ini fakultas teknik dengan prodi teknik sipil telah terakreditasi B, sehingga hari ini adalah wisuda pertama prodi teknik sipil dengan akreditasi B.

“Pada tahun 2018 juga Universitas Bojonegoro, ijin pendirian 3 prodi baru pada bulan agustus juga telah keluar,” jelas Pria yang biasa dipanggil Mas Ayik ini.

Sementara itu Prodi baru tersebut adalah Ilmu Lingkungan, Teknik Industri dan Ilmu Kimia. Unigoro juga sangat berharap para wisudawan dan keluarga membantu Unigoro dalam sosialisasi adanya prodi baru di universitas Bojonegoro.

“Selain itu rangking Unigoro pada tahun 2018 adalah 368. Bisa dicek di peringkat perguruan tinggi tahun 2018 dan memasukkan kode Unigoro 071046. Pada tahun 2017 peringkat Unigoro 901. Dengan keberhasilan ini perlu saya ucapkan banyak terima kasih kepada bapak rektor beserta bapak dan ibu warek dan sivitas akademika Unigoro, ” terang Mas Ayik dalam sambutannya.

Wisuda tahun ini Unigoro mempunyai komitmen untuk memperbaiki pelayanan kepada mahasiswa, hal ini seperti tahun ini saat wisuda, ijasah dan transkrip juga langsung diberikan.

Dalam Wisuda kali ini ada beberapa nuansa yang berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Dimana wisuda kali ini kita berusaha mengangkat potensi budaya local yang ada di Bojonegoro. Jika kampus lain biasanya menggunakan Bahasa asing tapi di Unigoro menggunakan Bahasa jawa. Kemudian dalam kegitan wisuda ini juga menampilkan kesenian lokal Bojonegoro yaitu tari tengul sebagai welcome dance dan kesenian sandur dan kesenian cokekan yang dibawakan oleh Ibu Rukini.

“Hal ini sebagai wujud keperdulian unigoro untuk melestarikan kesenian tradisional di Bojonegoro. Guyonannya kalau pingin kesenian tradisional tetap eksis maka jangan selenggarakan seminar kaitan kesenian tradisional tapi kasih panggung untuk kesenian atau Bahasa jawanya tanggapen kesenian tradisional itu,” Lanjut Ketua Yayasan Suyitno.

Menurutnya Tanpa ada kesempatan pentas sama dengan tidak ada penghasilan, Tanpa penghasilan bagaimana para pelaku seni itu bisa bertahan.

Arief Januarso juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bojonegoro yang diwakili oleh staf ahli Anik yang membacakan sambutan bupati Bojonegoro Anna Muawanah, disampaikan bahwa Bupati Bojonegoro mempunyai 17 program Anna Wawan, dimana sebagian besar dari program tersebut merupakan program pro poor yang berpihak kepada rakyat miskin. Dengan program yang sangat bagus ini tentunya Unigoro akan mendukung penuh program-program kerakyatan yang akan dilaksanakan oleh Bupati dan wakil Bupati Bojonegoro.

“Kalau kita simak dengan seksama sambutan Bupati Bojonegoro tadi adalah akan melaksanakan pemberian bea siswa untuk anak petani. Tentunya kita masyarakat Bojonegoro akan sangat senang dengan program tersebut, karena program bea siswa untuk anak petani merupakan program pro poor yang berpihak kepada rakyat miskin. Apalagi di dalam sambutan tersebut juga disebutkan tidak menutup kemungkinan bahwa unigoro yang akan diajak kerjasama untuk melaksanakan bea siswa untuk anak petani tersebut,” Papar Pria yang selalu berpenampilan santai ini.

Dirinya juga berharap DPRD untuk mendukung program bea siswa untuk anak petani tersebut, serta akan mendorong pelaksanaan kerjasama pemberian bea siswa untuk kuliah di Universitas Bojonegoro. Pendapatan APBD Bojonegoro yang cukup besar dari migas untuk bea siswa pendidikan adalah bentuk investasi SDM jangka panjang yang dapat menyelesaikan masalah kemiskinan absolute di Bojonegoro. Kemiskinan absolute adalah mbahnya miskin, bapaknya miskin, dan anaknya miskin.

Kemiskinan absolute ini bisa diselesaikan dengan campur tangan pemerintah di dua hal yaitu kesehatan dan pendidikan. Sehingga orang miskin yang sehat dan mempunyai jenjang pendidikan yang tinggi tentunya akan dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Diakhir sambutannya Arief Januarso mengucapkan selamat kepada Wisudawan wisudawati dan menyampaikan agar setelah ini para Wisudawan agar jangan pernah takut untuk meraih mimpi karena sekali anda takut berarti anda sudah akan kalah sebelum bertanding dan diharapkan para alumni dapat membuat bangga universitas Bojonegoro. (SB/Red)