Inilah Perjuangan SMA Negeri 1 Bojonegoro Hingga Raih Prestasi Di Olimpiade Ilmu Ekonomi

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Dwi Agung, selaku Pembina Ekonomi, Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 1 Bojonegoro, menuturkan bahwa untuk meraih prestasi diajang Olimpiade Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2018, dibutuhkan perjuangan ekstra untuk meraihnya. Jumat (26/10/18).

Bahkan untuk mempersiapkan anak didiknya tersebut Dwi Agung, mengakau jika Afdlalul Ibrahim Husain dan Fathma Azzahro, adalah anak yang mempunyai kemampuan yang mumpuni, sehingga kedua siswa dan siswi kelas XIII, ini selalu belajar sendiri setiap harinya.

“Kalau ada kesulitan baru dia tanya pada pembina, disamping sudah pernah dibekali waktu OSN, dan di provinsi juga pernah dapat bimbingan, sehingga pengalamannya cukup. Persiapannya kurang lebih rmpat bulan,” katanya.

Pria, warga Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, ini mengaku jika Afdlalul Ibrahim Husain dan Fathma Azzahro, juga ikut membantu Pembina apabila ada even OSN di lingkup sekolahnya.

“Alhamdulillah anaknya semangat dan proaktif, sehingga sekolah hanya mensuport saja,” ujarnya.

Guna mematangkan kesiapan anak didiknya, Dwi Agung, memberian beberapa buku untuk menunjangnya. Pasalnya apa yang diperlombakan di ajang perlombaan Olimpiade Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2018, ini sudah keluar dari pelajaran SMA.

“Artinya pelajarannya itu lebih menyolok ke pelajaran perguruan tinggi. Sehingga anak harus dipacu untuk belajar sendiri setelah itu konsultasi (ke pembina.red),” jelasnya.

Dirinya berharap dengan prestasi yang diraih oleh kedua anak didiknya ini kedepan akan mampu memotifasi generasi berprestasi yang akan datang. Minimal dengan prestasi yang diraih oleh Afdlalul Ibrahim Husain dan Fathma Azzahro, mampu membangkitkan semangat generasi berikutnya.

Selain prestasi dibidang Akademis, lanjutnya, SMAN 1 Bojonegoro, juga mampu meraih prestasi di bidang non Akademis, diantaranya adalah dibidang olahraga.

“Alhamdulillah non akademik SMAN 1, juga mengukir prestasi non Akademik, seperti olahraga renang, catur, paskibraka, bahkan pramuka sampai ke Korea Selatan,” pungkasnya. (Bim/red).

Reporter : Bima Rahmat