Pemberdayaan Perempuan, Solusi Ekonomi Indonesia????? 

oleh

Oleh: Puji Yuli

( Women Movement Institute)

Perekonomian merupakan salah satu pilar penting untuk kemajuan pembangunan suatu bangsa. Dengan pertumbuhan ekonomi yang positif dan meningkat itu mampu menggerakkan sektor riil seperti industri dan perdagangan. Maka hal itu bisa menjadi penopang kesejahteraan rakyat negeri tercinta ini yaitu Indonesia. Tetapi apabila sektor perekonomian negeri ini berada di posisi negatif dan mengalami penurunan maka itu bisa menghambat pembangunan negeri ini.

Dengan pergerakan sektor riil berbasis dunia usaha maupun dunia industri maka bisa meningkatkan daya beli dan tingkat kesejahteraan rakyat. Selain itu, bisa meningkatkan produktivitas ekonomi maupun keuangan bisa berjalan stabil sehingga bisa meningkatkan cadangan devisa negara. Sehingga diharapkan bisa membangun kemajuan perekonomian negeri ini. Dan program pemberdayaan perempuan itu diharapkan bisa menjadi penopang dan solusi ekonomi negeri ini.

Hal ini Selaras dengan yang disampaikan oleh Menteri keuangan Sri Mulyani yang menjadi salah satu pembicara dalam sesi diskusi panel yang digelar dalam Pertemuan IMF-World Bank bertajuk “Empowering Women in the Workplace” di Ruang Nusantara, Bali International Convention Centre Westin Nusa Dua Bali, Selasa, 9 Oktober 2018.

Dalam acara tersebut, Sri Mulyani memaparkan mengenai kondisi para pekerja perempuan di Indonesia. Juga pentingnya peran perempuan dalam dunia kerja dan pertumbuhan ekonomi di negaranya. Sri Mulyani sempat menantang Lagarde untuk mengkaji usulannya, yakni kegiatan perempuan dalam mengurus rumah tangga seperti mengasuh anak agar dimasukkan dalam komponen produk domestik bruto (PDB). Sri Mulyani menyebutkan kegiatan ini memiliki nilai yang tinggi.

Yang jadi pertanyaan bagi masyarakat apakah pemberdayaan perempuan itu sebagai solusi ekonomi Indonesia???. Pasalnya, ditangan kaum perempuanlah masa depan generasi untuk pembangunan negeri ini. Apa jadinya apabila kaum perempuan disibukkan dalam pemberdayaan ekonomi semata. Khawatirnya, generasi dan keluarga itu akan kacau oleh tantangan globalisasi media sosial zaman now.

Ternyata persoalan perempuan semakin komplek bahkan merembet persoalannya kepada keluarga.
Satu sisi, perempuan matang secara finansial. Namun kesibukan dunia kerja membuat kosentrasi pada tugas utama sebagai ibu dan istri terabaikan.

Efek domino yang muncul, anak anak terpapar pornografi karena kehilangan sosok orang tua yang mendampingi masa tumbuh kembangnya. Akhirnya membuat mereka mudah terjerumus pada tindakan kriminal, free seks, penggunaan obat terlarang.
Inilah fenomena tumbal berduyun duyunnya perempuan berjibaku di dunia kerja. Sungguh miris. Sangat mahal tebusannya, bahkan dibanding dengan kematangan finansial perempuan.

Atas dasar ini, apakah pemberdayaan perempuan itu bisa sebagai solusi ekonomi Indonesia??? Apakah pemberdayaan perempuan untuk ekonomi Indonesia itu secara bersamaan bisa mewujudkan pembangunan generasi berkualitas di negeri ini???. (**)

*)Foto: Ilustrasi Lampungpost