PEPC dan Rekind Salurkan Beras ke Ponpes Ngasem

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Construction Manager (CM) PT Pertamina EP Cepu (PEPC), Iwan Hamzah bersama Management PT. Rekayasa Industri (Rekind) mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Marzuqi di Dusun Nglingi Desa Bareng Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, Kamis (04/10/2018).

Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan pengurus Ponpes Al Marzuqi agar PEPC – Rekind lebih dekat dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi Proyek Gas Processing Facility (GPF) – Jambaran Tiung Biru (JTB).

Dalam kunjungan ini, PEPC dan Rekind juga menyalurkan bantuan beras sebanyak 20 karung atau setara 500 kg untuk ponpes tersebut.

“Semoga bantuan ini bermanfaat,” ujar Iwan Hamzah usai menyerahkan beras ke ponpes.

Iwan menambahkan, pemberian beras ini sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap ponpes di sekitar wilayah kerja Proyek GPF – JTB. Ponpes menjadi salah satu sasaran program sosioeconomic karena dinilai memiliki peran dan fungsi yang besar dalam menunjang program pembangunan daerah dan meningkatkan sumber daya manusia khususnya generasi muda agar memiliki karakter yang baik. Selain itu juga bisa dijadikan sumber ilmu agama dan wadah membina kreativitas generasi muda muslim di Bojonegoro.

“Pada prinsipnya, kami terus berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi GPF JTB sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan perusahaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Marzuqi Ngasem, Ali Imron mengaku terharu atas kunjungan CM PEPC dan Management Rekind. Sebab, perusahaan masih peduli dan perhatian dengan keberadaan ponpes.

“Terima kasih PEPC, semoga bantuan beras ini barokah,” ucapnya haru.

Sementara, imbuh Iwan, beras dari PEPC dan Rekind ini nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan ponpes saja, namun juga akan dibagikan kepada masyarakat di sekitar ponpes.

Pada kesempatan ini, Gus Ali juga mendoakan agar pelaksanaan pembangunan Proyek GPF JTB di Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem berjalan aman dan lancar. Hal tersebut diamini oleh Iwan Hamzah dan Management Rekind. (Sas/Lis)