Kemenag Bojonegoro Beri Penghargaan Pelajar Peraih Prestasi Nasional

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro memberikan penghargaan kepada M Kafa Masudi peraih medali Perak dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional, Senin (1/10/2018) pagi.

M Kafa Masudi ini mendapat medali Perak di ajang KSM KEMENAG RI ke 7 yang dimulai sejak 24-29 September 2018 di Bengkulu. Ia mendapat peringkat 4 Nasional kategori intelejensia Matematika Terintegrasi.

Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro, M Syamsuri mengatakan, pihaknya merasa bangga terhadap prestasi yang diraih. Sebeb, dikancah Nasional Kafa Masudi telah mengukir prestasi yang sangat membanggakan.

“Kami bangga dengan prestasi yang diraihnya,” kata Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro, M Syamsuri kepada SuaraBojonegoro.com, Senin (1/10/2018) siang.

Kafa Masudi bakal difalisitasi pihak Kemenag. Ia bakal diberi beasiswa untuk melanjutkan sekolah di bawah naungan Kemenag. Artinya, ia bisa memilih sekolah yang disukai.

M Kafa Masudi merupakan pelajar kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah NU Bojonegoro. Pemberian bentuk apriasi tersebut dilakukan Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro didampingi para kasi di halaman MINU setempat.

“Dikasih uang pembinaan dan lain-lain. Merupakan bentuk apresiasi kami,” ujarnya.

Prestasi membanggakan yang diraih Kafa Masudi, sepatutnya memberikan motifasi kepada pelajar-pelajar lain supaya dapat mengukir prestasi lebih. Selain itu, juga memotifasi dalam kompetisi tahun depan.

“Seyogyanya prestasi ini dipertahankan, atau lebih dari pada ini,” ujar M Syamsuri.

Kedepan, lanjut dia, pihaknya berencana membuat program yang progresif untuk meningkatkan prestasi prestasi bagi pelajar di bawah naungan Kemenag Bojonegoro.

Misalnya, kata Syamsuri, setiap madrasah membuat kelas unggulan. Untuk menyaring pelajar-pelajar yang memiliki kompetensi lebih atau di atas rata-rata.

“Sehingga dalam kompetisi mendatang lebih banyak peserta yang meraih medali,” ucapnya.

Ia menghimbau untuk membuat kelas kelas unggulan untuk masing masing madrasah. Memaksimalkan potensi pelajar. Seperti kelas bimbingan olimpiade dan kompetisi.

“Pelajar yang memiliki intelejensia lebih, harus dimaksimalkan. Supaya hasilnya maksimal. Berhrap tahun depan lebih banyak pelajar yang berprestasi,” pungkasnya. (yud/red)

Reporter : Wahyudi