Puluhan Kontraktor Lokal Bojonegoro Ikuti Pelatihan EMCL

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Pengurusan pajak bagi perusahaan kecil dan pengusaha baru, sering menjadi kendala. Padahal pajak adalah kewajiban bagi semua perusahaan. Sehingga semua pengusaha harus mengerti tata cara dalam perpajakan ini.

Untuk memberi pemahaman itu, operator minyak dan gas bumi Lapangan Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mengadakan pelatihan bagi puluhan kontraktor lokal yang ada di Bojonegoro, Jawa Timur. Pelatihan tersebut juga memberi pemahaman tentang tata cara penagihan kepada EMCL.

“Kami berharap semua mitra kita tidak terkendala dengan aspek-aspek administratif yang bisa mengganggu performance kontraktor lokal ini,” ungkap Perwakilan EMCL, Ichwan Arifin di hotel GDK Bojonegoro, Senin (24/9/2018)

Dia menuturkan, pelatihan ini merupakan bentuk komitmen EMCL dalam meningkatkan kapasitas kontraktor lokal, khususnya di Kabupaten Bojonegoro. Melalui pelatihan ini, kata dia, diharapkan kontraktorlokal memiliki kemampuan bersaing dengan kontraktor-kontraktor yang sudah maju.

“Kami mengajak para pengusaha lokal untuk maju bersama dan menyukseskan proyek negara di Lapangan Banyu Urip demi kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Melalui pelatihan ini, kata Ichwan, diharapkan keterlibatan kontraktor lokal semakin meningkat sesuai prosedur. “Kemampuan dan pengetahuan tentang prosedur dan tata cara itu penting, karena semua proses pengadaan harus sesuai aturan,” tuturnya.

Ichwan juga menyampaikan bahwa sejauh ini EMCL sudah melibatkan kontraktor lokal sesuai Peraturan Daerah No. 23 Tahun 2011 Tentang Kandungan Lokal. Setidaknya 91 perusahaan dari Kabupaten Bojonegoro telah menjadi mitra EMCL selama masa operasi ini.

“SKK Migas sebagai pengatur industri hulu migas, mengatur agar semua kontraktor terdaftar dalam Centralized Integrated Vendor Database (CIVD,” jelasnya.

Melalui berbagai pelatihan, EMCL berupaya agar perusahaan-perusahaan lokal bisa menguasai aspek-aspek administrasi tersebut. Sehingga setiap peluang pekerjaan bisa tangkap dengan baik.

“Ini adalah pelatihan yang ke-15 kalinya kita laksanakan dengan berbagai tema yang relevan dengan kebutuhan kontraktor lokal,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro Warsono mengapresiasi komitmen EMCL dalam menjalin komunikasi yang baik dengan kontraktor lokal di Bojonegoro. Menurutnya, tidak semua perusahaan migas di Bojonegoro melakukan pelatihan seintensif ini.

“Saya mendapat masukan dari kontraktor yang berada di wilayah perusahaan migas sebelah,” katanya, merujuk pada lokasi di luar Blok Cepu.

Komitmen baik ini, kata dia, harus dimanfaatkan dengan baik.
“Kegiatan-kegiatan ini merupakan peluang bagi Anda semu,” ucapnya.

Warsono memotivasi para peserta agar mengikuti kegiatan pelatihan secara serius. Menurutnya, momen ini menjadi penting untuk peserta, karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan para pemateri yang merupakan orang internal EMCL sendiri.

Pelatihan kali ini diisi oleh Umi Kaltsum yang menjelaskan tentang tata cara penagihan. Sedangkan perpajakan dijelaskan oleh Asep Saepudin. Keduanya merupakan supervisor dari bagian Pengadaan dan Perpajakan EMCL. (lis/yud)

Reporter : Wahyudi