Belum Diresmikan, Jembatan Bojonegoro – Trucuk Sering Dikunjungi Warga

oleh

SUARABOJONEGORO.COMCOM – Jembatan penghubung antara kecamatan Trucuk-Bojonegoro (Turbo) yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaen Bojonegoro, tidak saja memberika trobosan penghubung dua Kecamatan saja. Jembatan yang belum selesai dibangun tersebut kini menjadi salah satu destinasi wisata baru bagi masyarakat Bojonegoro. Minggu (16/09/18).

Dari pantauan suarabojonegoro.com, banyak masyatakat yang berdatangan bukan untuk menembus jalan Trucuk-Bojonegoro, tetapi untuk menikmati indahnya jembatan yang melintang di atas Sungai Bengawan Solo ini.

“Bukan hanya remaja saja, orangtua dan anak-anak juga berfoto di bentang jembatan gantung ini,” kata Anita salah satu pengunjung asal Desa Mojokampung, Kecamatan Bojonegoro

Jembatan Turbo dari sudut wisata mempunyai keindahan tersendiri. Para pengunjung tidak hanya dapat berswafoto saja, akan tetapi para pengunjung ini dapat menikmati pemandangan yang indah, yang mana jembatan ini dikeliling panorama alam yang eksotik serta lingkungan yang mempesona.

“Terlebih disaat sore hari, yakni saat menjelang magrib pemandangannya keren banget,” ujarnya.

Sementara itu Utomo, salah satu warga Kecamatan Trucuk, berharap agar jembatan Turbo, ini dapat segera terselesaikan, sehingga dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar yang mayoritas petani. Sehingga dengan adanya jembatan ini diharapkan mampu mengangkut berbagai hasil produksi pertanian untuk dibawa ke pasar.

“Saat kami para petani kalau mau menjual hasil pertanian masih mutar mas, anak sekolah yang sekolahnya di Kota harus nambang kalau sedang banjir ya khawatir juga,” jelasnya.

Pria dua orang anak ini juga berharap dengan adanya jembatan baru ini akan dapat menigkatkan pengunjung di Kecamatan Trucuk yang saat ini menjadi sentra wisata jambu.

“Semoga saja destinasi jambu di Kecamatan Trucuk dapat menjadi destinasi wisata andalan Kabupaten Bojonegoro,” pungkasnya. (Bim/red).

Reporter : Bima Rahmat