Prahara Rumah Tangga Ditangan Media Sosial

oleh

Oleh: Isna Yuli 

(Women Movement Institute)

Beda zaman beda masalah. Memang itu yang terjadi saat ini, dahulu perceraian banyak terjadi lantaran dipicu masalah perekonomian yang sulit. Meski hal itu masih banyak terjadi, perselingkuhan yang bermula dari media sosial menjadi isu kedua dalam kasus perceraian.

Baru baru ini Pengadilan Agama Kabupaten Karawang serta Bekasi, Jawa Barat, mencatat kasus perceraian yang terjadi selama beberapa tahun terakhir banyak diakibatkan dari media sosial. Dari data yang diambil oleh Liputan6.com menyebutkan sejak Januari hingga September 2017, pengadilan Bekasi telah menyidangkan 2.231 kasus perceraian.

Kasus perceraian biasanya berawal dari penggunaan media sosial oleh pasangan suami-istri. Namun, media sosial ini cenderung disalahgunakan untuk kepentingan lain, termasuk untuk berselingkuh. Apalagi berkomunikasi melalui media sosial tak hanya bebas dan rahasia, tapi juga mudah dan murah.

Disaat perjalanan rumah tangga terhimpit beban mental atau ekonomi, tak jarang seorang suami atau istri tidak mendiskusikan dengan pasangan dalam mencari jalan keluar. Banyak diantara mereka justru mengumbar cerita ke media sosial. Alhasil mereka mendapatkan perhatian dari orang lain, hal inilah yang benyak menjadi awal hubungan gelap lewat media sosial. Jika hal ini terus berlanjut, maka perceraian tak bisa dihindarkan lagi.

Terlalu sibuk dengan media sosial juga menjadi candu. Sibuk dengan wacana yang ada di media sosial dengan mengabaikan kehidupan sebenarnya mampu sungguh melenakan, sehingga seoarang pasangan yang banyak melihat diumbarnya kemesraan orang lain lewat media sosial akan membanding-bandingkan pasangannya dengan orang lain. Sehingga memunculkan ketidak puasan dalam berumahtangga.

Catatan penting bagi kita pengguna gadget, sebagai seorang muslim sepatutnya kita merasa selalu diawasi oleh Allah. Baik dalam berinteraksi chat, posting, komentar, like dan share. Karena setiap apa yang kita lakukan di dunia nyata maupun maya semuanya juga memiliki pertanggung jawaban kelak diakhirat. Memberikan batasan-batasan yang jelas dalam bermedia sosial wajib kita lakukan.

Dalam kehidupan berumah tangga sebaiknya tidak mengumbar kemesraan, atau menyebarkan aib pasangan di media sosial. Yang tak kalah penting adalah, menjaga pergaulan antara lawan jenis dalam bermedia sosial. Termasuk didalamnya menjaga diri dengan tidak mengumbar kecantikan atau ketampanan. Bukan hanya untuk menjaga kehormatan, tapi juga meminimalisir keinginan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dari setiap postingan kita. (*)