Ada Peserta Ujian Perangkat Desa Yang Mencurigai Dugaan Kecurangan

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Beberapa peserta tes ujian perangkat Desa yang digelar oleh Panitia pengisian Perangkat Desa Glagahwangi, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, curiga dengan hasil tes tersebut.

Dugaan Kecurigaan tersebut dikarenakan peserta yang lulus adalah orang-orang Kepala Desa Glagahwangi dengan nilai tinggi yang tidak wajar. Bahkan para peserta menduga ada kebocoran soal dalam ujian yang digelar pada hari Kamis kemarin. Jumat (14/09/18).

Menurut keterangan peserta yang enggan disebutkan namanya, menuturkan bahwa peserta atas nama Yatini adalah peserta yang lulus kejar paket C, yang mana dalam ujian tersebut mendapatkan nilai 96. Sedangkan rivalnya Yoyok Subagyo, lulus sebagai Kasi Pemerintahan adalah adik Kades Glagahwangi.

“Mustakim itu patner kerjanya Kades dan Dani Irawantika itu orang tuanya juga temannya Pak Kades,” katanya.

Selain itu para peserta juga menduga panitia melakukan kebohongan. Yakni saat para peserta ini mempertanyakan pihak ketiga yang membuat soal ujian, yang mana panita saat itu menyatakan bahwa pihak panitia mengandeng Universitas Bojonegoro (Unigoro).

“Katanya pihak ketiga Unigoro ternyata pihak ketiga malah berasal dari PKBM Purwosari,” ujarnya.

Sementara itu, Waelan selaku Ketua Tim Desa Gelagahwangi, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Pihaknya menegaskan jika menutupi pihak ketiga yang membuat soal ujian. Hal ini dimaksutkan untuk menghindari peserta agar tidak melakukan loby kepihak ketiga.

“Kalau saya sampaikan jujur apa adanya, saya khawatir kalau para peserta itu melakukan loby ke pihak ketiga sehingga mereka bisa dapat bocoran soal, Makanya, kita sampaikan bukan yang sebenarnya,” katanya.

Kepada suarabojonegoro.com, dirinya membantah jika dalam ujian perangkat Desa tersebut ada kebocoran soal.

“Keluarga saya, anak keponakan ada cucu saja juga nggak lulus. Ya karena saya tak membocorkan soal ujian itu,” pungkasnya. (Bim/red).

Reporter : Bima Rahmat