Atasi Kekeringan, BPBD Siapkan 500 Tangki Air Bersih

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, telah menyiapkan 500 tangki air bersih siap di distribusikan ke sejumlah warga yang mengalami kesulitan air bersih.

Plt. Kalak BPBD Kabupaten Bojonegoro, Nadif Ulfia, mengatakan, pihaknya menyiapkan 500 tangki air bersih dengan anggaran Rp 200 juta sumber dana dari APBD 2018. Air bersih itu, akan disalurkan kepada masyarakat setelah mengajukan proposal terlebih dahulu.

“Sampai saat ini, baru desa bakulan Kecamatan Temayang yang mengajukan permintaan air bersih dan sudah di droping Jumat kemarin 1 truk tangki dengan volume 6.000 liter,” katanya kepada wartawan, Jumat (10/8/2018).

Kendati musim kemarau tengah berlangsung, dirinya mengaku belum mendapat laporan atau permintaan bantuan air bersih dari warga. Musim kemarau sendiri diperkirakan akan berlangsung hingga November 2018 mendatang.

Meski demikian, pihaknya telah siap untuk menyalurkan bantuan air bersih di wilayah yang menjadi langganan kekeringan, jika sewaktu dibutuhkan. “Ada 26 desa dari 10 kecamatan yang mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih saat musim kemarau,” ungkapnya.

Sejumlah wilayah yang rawan kekeringan tersebut di antaranya, Kecamatan Kedungadem, Kepohbaru, Ngraho, Sugihwaras. Selain itu, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, sejumlah warga desa di wilayah selatan dan barat biasanya juga membutuhkan bantuan air bersih saat musim kemarau.

“Kami menyiapkan bantuan tangki air bersih, juga menyiagakan petugas dan juga sering dibantu relawan di beberapa wilayah rawan. Permintaan air bersih biasanya pada bulan Oktober hingga November,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada musim kemarau ini ada beberapa desa yang sudah teratasi kekurangan air besih lantaran sudah ada penanganannya dengan membangun water tower sehingga ketersediaan air bisa untuk mencukupi kebutuhan air warga setempat.

“Water tower itu ada di Desa/Kecamatan Kasiman dan Desa Donan/Kecamatan Purwosari,” beber wanita berkacamata.

Meski begitu, pihaknya terus memantau sekaligus akan memetakan desa yang mengalami dampak kekeringan akibat musim kemarau ini. Sehingga nantinya desa tersebut bisa tertangani lebih dini akibat kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari harinya. (die/yud)