Ha….!! Selama Sepekan Tiga Orang di Bojonegoro Gantung Diri?

oleh
FOTO: Saat korban bunuh diri dievakuasi petugas.

SUARABOJONEGORO.COM – Selama sepekan terakhir, tiga orang di Kabupaten Bojonegoro meninggal dunia dengan cara gantung diri. Sebagian besar mereka yang melakukan gantung diri sudah berusia lanjut dan memiliki segi ekonomi menengah ke bawah.

Peristiwa gantung diri terakhir dilakukan Damin 60 tahun warga Dusun Betek, Desa/Kecamatan Gondang, Bojonegoro. Kakek tersebut ditemukan tewas gantung diri di pohon mangga, Selasa (3/7/2018) pukul 05.30 WIB.

Kapolsek Gondang AKP Rumadi menduga, korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi menahun yang dideritanya. Hal itu disampaikan setelah mendapatkan keterangan dari keluarga. Pelaku sebelumnya menderita depresi dan sering merasa ketakutan bila ketemu orang di lingkungannya.

“Dari keterangan keluarganya, akhir-akhir ini korban sering keluar rumah, sehingga depresinya kambuh,” kata Rumadi, Rabu (4/7/2018).

Rumadi mengatakan, jasad Damin ditemukan tetangganya, Supadi 35 tahun dalam kondisi terbujur kaku menggantung di pohon mangga disebelah rumahnya. Mengetahui peristiwa itu, Supardi menyampaikan kepada keluarganya.

“Usai mendapar laporkan kejadian tersebut dari Ketua RT dan Kepala Disun Gondang, kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Saat ini, korban sudah disemayamkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli menyampaikan keprihatinannya terhadap peristiwa gantung diri di wilayahnya. Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Bojonegoro agar lebih meningkatkan ibadahnya.

“Kepada seluruh masyarakat, agar lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta saling terbuka dalam keluarga. Wujudkan, hidup saling perhatian dengan kerabat dan tetangga, sehingga dengan saling terbuka setiap ada permasalahan bisa dicarikan solusi tanpa harus menempuh jalan pintas,” tuturnya.

Sebelumnya, perkara bunuh diri dialami seorang kakek, Saidjan 80 tahun warga Dusun Blimbing, Desa Trenggulunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Ia ditemukan dalam keadaan tak bernyawa tergantung dengan tali tampar berwarna biru di dalam kamarnya.

Menurut keterangan keluarga dan para saksi di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku sengaja mengakhiri hidupnya karena sudah tak kuat menahan sakit kusta yang dideritanya selama bertahun-tahun. Bahkan, beberapa waktu belakangan ini diketahui penyakitnya itu semakin parah. (nik)