Diklatpim TK IV, Bentuk Pemimpin Perubahan Lebih Baik

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Bertempat di ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro upacara penutupan diklat pimpinan TK. IV angkatan 174 pola kemitraan propinsi jawa timur tahun 2018 di kabupaten Bojonegoro digelar dengan dihadiri oleh PJ Bupati, Badan Diklat propinsi Jawa Timur, BKPP, serta kepala OPD dilingkup pemkab Bojonegoro. Kamis (28/6/18).

Kepala BKPP Kabupaten Bojonegoro, Drs. Zainuddin, MM dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan diklatpim tingkat IV angkatan 174 tahun 2018 yang dimulai dari 21 Februari sampai dengan 26 Juni 2018 bertempat di taman wisata Tirta Wana Dander diikuti 40 peserta pejabat structural eselon IV dari berbagai satuan kerja di lingkungan pemerintah kabupaten Bojonegoro dengan rincian:
1. Menurut jenis kelamin
a. Pria : 23 orang
b. Wanita : 17 orang
2. Menurut latar belakang pendidikan
a. S.2 : 5 orang
b. S.1 : 24 orang
c. D.3 : 4 orang
d. SLTA : 7 orang
3. Menurut pangkat/golongan
a. III/a : 5 orang
b. III/b : 25 orang
c. III/c : 7 orang
d. III/d : 2 orang
e. IV/a : 1 orang

“Tahapan diklat ini dibagi menjadi 5 tahap diantaranya: tahap pertama (minggu 1 & 2) tahap diagnose kebutuhan perubahan (in clas),” Jelas Zaenudin.

Diterangkan juga bahwa tahap kedua (minggu ke 3) tahap taking ownership (off class/kembali ke SKPD). Tahap ketiga (minggu ke 4, 5, 6) tahap merancang perubahan dan membangun tim (in class). Tahap keempat (minggu ke 7 s/d 18) laboratorium kepemimpinan (off class/kembali skpd). Tahap kelima (minggu ke 19) tahap evaluasi (in class).

Dalam kegiata tersebut ada Benchmarking ke best practice dilaksanakan di pemerintah kota Kediri selama 4 (empat) hari mulai tanggal 25 Maret s.d 28 Maret 2018 dengan lokasi sasaran diantaranya bagian pemerintahan setda kota Kediri, dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu kota Kediri, dinas social kota Kediri.

Dari hasil diklatpim tingkat IV angkatan 174 ini sebanyak 40 peserta dinyatakan LULUS dengan rincian 11 orang berpredikat sangat memuaskan, 26 orang berpredikat memuaskan, 3 orang berpredikat cukup memuaskan. Sedangkat peringkat 5 besar diduduki oleh peringkat 5 sdr Etha Yulian Restanti, S.Hut, Kasubid Pertanian Pada Bappeda Kab. Bojonegoro, peringkat ke-4 sdr Aris Eko Wahyudi, S.Kom, Kasi Pengembangan Infrastruktur Pusat Data Pada Dinas Kominfo Kab. Bojonegoro, peringkat ke-3 sdr Gunawan, SH, MM, Kepala UPT Metrology Legal Pada Dinas Perdagangan Kab. Bojonegoro, peringkat ke-2 sdr Yuseriza Anugerah Leksana, S.Tp, Kasubid Pengembangan Ekonomi, Koperasi Dan Kepariwisataan Pada Bappeda Kab. Bojonegoro, peringkat ke-1 sdr Achmad Samsul Ma’arif, S.STP, Kasi Pemberdayaan Masyarkat Dan Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Klangon Kecamatan Bojonegoro.

Kepala Bandiklat Prov. Jawa Timur (dalam hal ini diwakili oleh kepala bidang diklat kompetensi manajerial) Parlindungan, SH, M.Si menyampaikan bahwa proyek perubahan yang dibuat harus bisa dipertanggungjawabkan tidak hanya sekedar dibuat tapi juga harus bisa di implementasikan di OPD masing-masing.

“Karena sejatinya dalam diklat ini kita membentuk pemimpin yang bisa membawa perubahan kearah yang lebih baik. Dalm menjalani diklat ini para peserta memerlukan ketekunan, keuletan, kerja keras untuk bisa menjalaninya, karena waktu diklat yang begitu lama. Diklat kali ini dapat berjalan lancar karena dukungan semua pihak,” Terangnya.

Proyek perubahan yang sudah dibuata jangan hanya sampai pada rak buku, tapi juga harus juga bisa diaplikasikan serta bisa menjadi pendorong terciptanya inovasi.

PJ Bupati Bojonegoro Dr. Suprianto, SH, MH menyampaikan diklat merupakan model dan pendekatan utama dalam membentuk sosok aparatur yang professional dalam melaksanakan tugas pelayanan umum pemerintahan dan pembangunan sesuai kompetensi teknis dan manajerial yang ditetapkan.

Diklat merupakan langkah awal dalam pembentukan kebiasaan belajar guna pembentukan sosok pemimpin yang mampu menjawab tunutan perubahan lingkungannya. Ilmu pada hakekatnya hanyalah memberikan landasan fundamental atas logika pemikiran dan kemampuan dalam proses analisa permasalahan yang terjadi. Karena itu, ilmu harus terus dikembangkan agar mampu menjawab permasalahan yang juga teus berkembang.

“Otonomi daerah pada dasarnya membuka deskresi atas keleluasaan dalam mengembangkan kewenangan,” Kata Supriyanto.

Disini tersirat prinsip kreativitas dan inovasi dalam tugas dan fungsi pelayanan umum pemerintahan, baik dalam bidang administrasi maupun penyediaan saran dan prasarana umum yang semakin baik.

Kreativitas dan inovasi akan muncul, manakala kita tidak cepat puas dengan apa yang kita telah lakukan. Kreativitas dan inovasi akan tumbuh, manakala kita mampu melakukan instropeksi diri bahwa kinerja yang telah kita lakukan masih perlu perbaikkan dan penyempurnaan.

“Atas dasar itu pula, kepada para peserta yang hari ini telah menyelesaikan pendidikan dan segera kembali ke tempat tugas masing-masing, saya harapkan mampu bekerja lebih baik, penuh semangat dan dedikasi serta mampu mengembangkan karya-karya nyata dalam pengabdian.” Pungkas Pj. Bupati Bojonegoro. (Lis/Red)