Keuangan Menipis Setelah Lebaran, Ini Yang Harus Dievaluasi

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi menjelang dan ketika Lebaran seringkali menghabiskan dana yang cukup besar sehingga menyebabkan kondisi keuangan pasca Lebaran menjadi sulit.

Tak jarang, banyak orang kebingungan masalah keuangan setelah lebaran dan harus kembali beraktivitas seperti biasa. THR pun sudah tak bersisa, gaji yang sudah dibayarkan juga menipis.

Guna mengembalikan kondisi normal, perencana keuangan Aidil Akbar mengatakan, untuk evaluasi Anda harus mengetahui sumber penyebab berantakan keuangan.

“Kebocoran keuangannya dari pos mana saja, misalnya pos pengeluaran di bulan Ramadan mana yang paling banyak, ” kata Aidil kepada Bisnis dikutip Sabtu (16/6/2018) kemarin.

Selain itu, harus dikaji ulang apakah ada pengeluaran yang tidak penting sehingga dapat mengganggu cashflow. Oleh karena itu harus dilakukan pengecekan secara spesifik.

“Setelah kita tahu di mana sumber kebocoran dana tersebut,kita bisa mulai memperhitungkan berapa besar kemungkinan tersebut akan bocor lagi tahun depan, sehingga tidak jatuh di lubang yang sama, ” jelasnya.

Saat mengevaluasi yang harus diingat adalah apakah saat lebaran Anda sudah menggunakan dana darurat atau tidak. “Jika kita pakai dana darurat berarti dikembalikan dana daruratnya, ” katanya.

Selanjutnya, lihat apakah menggunakan kartu kredit atau tidak. Jika menggunakan kartu kredit harus segera dikembalikan.

“Tidak boleh ditunda. Semua hutang konsumtif harus segera dilunasi semua, karena semakin banyak menunda, beban di bulan berikutnya akan semakin besar, ” lanjutnya.

Sumber: https://www.google.com/amp/m.bisnis.com/amp/read/20180616/55/806670/keuangan-menipis-pasca-lebaran-ini-yang-harus-dievaluasi?espv=1