Sedang Memetik Kacang Pria Ini Meninggal

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Warga Desa Semenkidul RT 001 RW 001 Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (13/06/2018) sekira pukul 06.00 WIB pagi, dikejutkan dengan adanya seorang warga yang meninggal dunia mendadak di tengah sawah desa setempat.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Kurdi (78) warga Desa Semenkidul RT 001 RW 001 Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro.

Saat itu korban sedang memetik kacang panjang bersama istrinya. Diduga korban meninggal dunia karena penyakit sesak nafas atau paru-paru yang sudah lama dideritanya kambuh hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kapolsek Sukosewi AKP Pujiono kepada awak media ini menuturkan bahwa berdasarkan keterangan saksi Fatimah (70) istri korban dan Mugianto (40) serta Hambali (45) keduanya tetangga korban, bahwa kronologi kejadian semula korban bersama istrinya Fatimah (70) hari itu dalam kondisi puasa berangat ke sawah untuk memanen kacang panjang.

Sesampai di sawah, lanjut AKP Pujiono, korban memetik kacang panjang di pematang atau lereng tanggul dalam posisi jongkok di bagian utara dengan jarak 3 (tiga) meter dari istrinya. Sementara itu istri korban yang lebih konsentrasi memetik buah cabe.

“Saat istrinya menengok ke arah utara melihat badan korban dalam posisi rebahan terletang dengan punggung bersandar di lereng tanggul.” jelas Kapolsek yang di kutip dari keterangan istri korban.

Kapolsek melanjutkan, saat itu Istrinya mengira korban berhenti sesaat untuk istirahat dengan berebah di tanggul sawah. Karena penasaran, istri korban menghampiri sambil menegur korban, namun tidak menjawab oleh korban.

“Kok malah tidur mbah, ayo diteruskan (kok malah turu to nang, ndang di teruske),” ujar AKP Pujiono menirukan teguran istri korban.

Karena saat ditegur korban tidak bereaksi dan dipanggil juga tidak menjawab, istri kemudian mendekati korban untuk membangunkannya. Saat itu istri melihat korban menarik nafas tidak beraturan dan berteriak minta tolong.

“Kemudian datanglah warga yang kebetulan berada tak jauh dari sawah korban dan setelah sampai di lokasi korban, warga mendappati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” paparnya.

Warga yang menyaksikan kejadian ini langsung melaporkan kejadian ke kepala desa dan petugas polisi setempat. Sementara warga yang di lokasi kejadian langsung membawa jasad ke rumah korban. Polisi yang memeriksa jenazah korban mengidentifikasi korban berpakaian kaos gambar partai politik warna putih kombinasi biru dan celana pendek warna coklat.

Dari hasil identifikasi petugas, lanjut AKP Pujiono, keseluruhan tubuh korban dari kepala, wajah, leher, badan, dan kedua kaki tidak ada suatu luka atau tidak ada kelainan atau adanya tanda akibat kekerasan.

“Diduga korban meninggal akibat penyakit sesak nafas atau paru-paru kambuh. Selain itu korban dalam kondisi yang sudah lansia serta sedang berpuasa,” imbuh AKP Pujiono.

Setelah dilakukan musyawarah, keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan menganggap kejadian ini adalah musibah yang diikhlaskanya.

“Untuk selanjutnya, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan.” pungkas Kapolsek. (lis)