Empat Paslon, Mantan Bupati dan Bui

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Status facebook milik Didik Wahyudi ramai tanggapan atau komentar dari beberapa netizen, Minggu (03/6/2018) malam. Pemilik akun facebook Didik Wahyudi ini membuat status facebook sekitar pukul 21.26 WIB.

Isi status facebook Didik Wahyudi yakni ‘Masih ini kan ? Jangan mudah lupa deh. Catat dan ingat jaringan dinasti. Hadang bersama kemenangan rakyat. Pilih calon yang kagak boneka’. Begitu isi status pemilik akun Didik Wahyudi itu.

Dari status facebook itu ada sekitar 67 komentar dari netizen. Salah satu netizen akun Sam Nazaro mengomentari status Didik Wahyudi tersebut. Isi komentar pemilik akun Sam Nazaro cukup mengejutkan. Sebab, menyinggung mantan bupati dan bui.

Isi komentar pemilik akun Sam Nazaro yakni ‘Bila paslon no 1, 2, dan 4 memenangkan pilbub ini mantan bupati akan aman dan bisa menipikan lahan. Tapi nek no 3 sing dadi bupati. Kemungkinan besar besar mantan bupati akan masuk bui. Ucap wawan Kurniyanto anggita DPR dari fraksi Gerindra dikediamannya’.

Pemilik akun Mustakim Projo menanggapi komentar dari pemilik akun Sam Nazaro. Isi tanggapan pemilik akun Mustakim Projo “Ada datanya mas ? Bukti rekaman ? Biar tidak dianggap hoax,” kata Mustakim Projo menanggapi komentar Sam Nazaro.

Sementara itu, pemilik akun Chusnu Nun juga berkomentar. Isinya, ‘Wah rame iki, tak nyimak ambek leyeh-leyeh sambil rokoan’ (Wah ramai nih, tak mantau sambik ngerokok).

Pemilik akun Sam Nazaro itu melanjutkan komentarnya. ‘Ndak ada mas, cuma kemarin pas malam Jumat saat di Dusun Boti Desa Tambakrejo saya sempat berbincang-bincang tentang pilkada. Pada malam itu juga ada Pak Basuki yang sedang buber dan rapat. Ada juga mas inggi yang gemuk itu’.

“Tapi tak ada satupun yang mau dianggap sebagai boneka. Mengenai foto bertiga antara Kang Yoto, Pak Kus dan Pak Basuki. Itu awalnya Kang Yoto merayu Pak Basuki untuk berpasangan dengan Pak Kus. Tapi Pak Basnya menolak,” imbuh pemilik akun Sam Nazaro tersebut. (die)

Reporter: Wahyudi