Kapolres Bojonegoro Berharap Perbedaan Menjadi Kekuatan

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengunjungi Kantor Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Bojonegoro di Jalan Dr Sutomo Bojonegoro, Rabu (16/5/2017).

Dalam kunjungannya Kapolres mengajak Ketua DPD LDII Kabupaten Bojonegoro untuk bersama menjaga harmonisasi di Kota Ledre ini. Menjadikan perbedaan sebagai keniscayaan.

Selain itu menjaga sinergitas antar ormas Islam di Bojonegoro dalam rangka meminimalisir tindakan yang membahayakan umat beragama. Bahkan tindakan radikal yang berujung pada teror.

“Tingkatkan sinergi untuk mendeteksi sejak dini adanya tidndakan teror,” kata Kapolres.

Terduga teroris berasal dari satu keluarga di Surabaya Jawa Timur itu sebenarnya bisa ditanggulangi dengan cara memberikan pemahaman agama secara menyeluruh kepada masyarakat.

“Karena pemahaman agama yang mereka jalani masih dangkal, sehingga mudah terpengaruh dengan jihad atas nama agama,” tambah Kapolres.

Pihaknya juga meminta pengurus LDII supaya ikut serta menjaga ketenteraman masyarakat dalam rangka Pilkada 2018. Dapat berpartisipasi aktif menggunakan haknya sebagai warga negara Indonesia.

“Ciptakan situasi yang menyejukkan ditengah masyarakat, jangan sampai terjadi konflik sehingga masyarakat menjadi korban, kami mohon doa semoga semua berjalan lancar dan damai,” harap Kapolres.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Bojonegoro H Saptoto Priyo Rahardjo mengatakan, LDII sebagai salah satu ormas Islam yang ada di Indonesia mengutuk keras aksi yang dilakukan para terduga teroris. Sebab dasar apapun tidak dibenarkan menurut agama.

“Nabi Muhammad saja mengajarkan pada kita agar meningkatkan budi luhur kepada sesama manusia, lantas atas dasar apa mereka menyerang Gereja, Kantor Kepolisian, Pos Polisi? Brarti kan salah besar dan dosa besar itu,” kata H Sapto.

Ia mengungkapkan bahwa LDII berupaya dengan ormas Islam yang lain bersama pihak Kepolisian bahu membahu menjaga ketentraman hidup bermasyarakat. Dengan cara mengajarkan akhlakul karimah kepada jamaah, belajar banyak tentang ilmu Al Quran dan Al Hadist dan bisa berbudi luhur terhadap sesama.

“Tujuan utama kita yakni mencetak generasi yang alim dan faqih dalam urusan agama, berakhlakul karimah serta mandiri,” pungakas H Sapto. [nik/yud]

Reporter: Tata Monika

Editor: Wahyudi