Kader Posyandu dan TP-PKK di Sekitar Proyek JTB Diajari Memadamkan Api

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Bulan Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3) kali ini diperingati sedikit berbeda dari biasanya. Pada tahun ini operator Proyek Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (JTB), yaitu PT Pertamina EP Cepu (PEPC) mengajak masyarakat di sekitar wilayah operasi, Desa Pelem, Desa Bandungrejo, Desa Dolokgede dan juga Desa Kaliombo bersama-sama menimba ilmu mengenai arti keselamatan di dalam kehidupan sehari-hari, Senin (14/5/2018).

Sebanyak 100 undangan yang terdiri dari Muspika Kec. Ngasem, Tambakrejo dan Purwosari, TP-PKK, karang taruna dan juga kader posyandu memenuhi Gedung Olahraga (GOR) Dolokgede untuk berpartisipasi dalam kegiatan “Share With Community” yang juga bertepatan dengan semboyan PEPC yaitu “Spirit to Zero, Zero Accident-Kami Pilih Bekerja Selamat”.

Acara ini bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat akan pentingnya standar keselamatan yang berguna untuk kehidupan sehari-hari baik dirumah, di tempat bekerja, di sekolah maupun di tempat ibadah.
Terdapat 3 (tiga) materi yang disampaikan, antara lain adalah Materi Higienitas Sanitasi Makanan dan Minuman yang disampaikan oleh dr. Sari dari Puskesmas Tambakrejo.

Dokter yang juga praktek di RSUD Sosodoro Djatikusumo ini menyampaikan materi mengenai pentingnya mengolah makanan dan minuman, hingga bagaimana cara mengonsumsinya yang benar, seperti misalnya perlunya cuci tangan dengan menggunakan metode 7 (tujuh) langkah, menggunakan sabun yang dimulai dari membasuh telapak tangan dengan telapak tangan, telapak tangan kanan berada di atas telapak tangan yang lainnya, sela-sela jari dibersihkan, telapak dengan telapak, jari-jemari saling terkait, gerakan mengunci sehingga jari-jari kedua tangan saling terkait, jempol dibersihkan oleh jari tangan yang lain, jari kiri menguncup dan gosok memutar, pegang pergelangan tangan kiri dengan tangan kanan, gerakan memutar.

Materi kedua disampaikan oleh Bowo Sasmito, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Bojonegoro dan Sukirno, staf Dinas Damkar. Dalam sesi ini, beberapa peserta dari Kader Posyandu dan TP-PKK bergantian memeragakan bagaimana cara memadamkan api ketika terjadi api tersulut dari gas elpiji yang bocor. Contohnya Ibu Sukisti yang berasal dari Desa Bandungrejo, yang berhasil memeragakan pemadaman gas elpiji bocor dan tersulut api hanya dengan menutup katup aliran gas dengan menggunakan ibu jarinya.

Sukirno mengatakan bahwa pengetahuan mengatasi kebakaran ini sangat berguna, karena memang seringkali terjadi dalam kehidupan rumah tangga, ketika Ibu-ibu banyak berkutat dengan pekerjaan rumah tangga seperti memasak misalnya.

Materi ketiga disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Iskandar yang menyampaikan pentingnya berlalu lintas yang diterapkan sedini mungkin. Karena sesuai dengan UU nomor 22 tahun 2009.

Bahwa Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diselenggarakan dengan tujuan untuk terwujudnya pelayanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang aman, selamat, tertib, lancar, dan terpadu dengan moda angkutan lain untuk mendorong perekonomian nasional, memajukan kesejahteraan umum, memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, serta mampu menjunjung tinggi martabat bangsa.

Terwujudnya etika berlalu lintas dan budaya bangsa dan terwujudnya penegakan hukum dan kepastian hukum bagi masyarakat. Disampaikan juga mengenai hak dan kewajiban pengguna jalan raya, rambu-rambu lalu lintas yang wajib diketahui masyarakat serta penggunaan palang pintu di setiap perlintasan kereta api, khususnya di Bojonegoro.

Dalam kesempatan ini Iskandar sempat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bukti sinergitas antara PEPC dengan dinas terkait dan juga masyarakat. Hal ini perlu ditingkatkan seiring dengan meningkatnya proyek JTB, terutama terkait dengan para transporter yang akan segera berdatangan. Masyarakat perlu memahami bagaimana hidup berdampingan dengan proyek negara.

Kegiatan Peringatan Bulan K3 yang bertema “Jadikan HSSE Sebagai Beyond Culture” ini diungkapkan Benny Eza Yusuf, Pjs Construction Early Civil Work (ECW) & Pipeline Manager dalam sambutannya, ini sebagai kegiatan yang sekiranya dapat mendarah daging dimulai dari memahami makna safety dulu sedari kecil.

“Sudah sepatutnya safety dijadikan sebuah kebiasaan, yang dimulai dari rumah, lingkungan tempat tinggal, sekolah, sehingga terbawa hingga ke lingkungan kerja dan pertemanan. Sehingga semua hal berjalan lancar dan tentunya selamat. Dan pasti bekerja dengan selamatlah yang menjamin bahwa keluarga kita dirumah menunggu dengan tenang,” katanya.

Kunadi, selaku PGA & Relations Manager PEPC menyatakan suka citanya menyambut kegiatan ini. “Terima kasih kami ucapkan pada masyarakat di sekitar operasi JTB yang telah meluangkan waktunya untuk berpartisipasi dalam kegiatan kampanye keselamatan ini. Kami juga memohon doa dan dukungan masyarakat untuk lancarnya proyek JTB sehingga mencapai target pada tahun 2021. Dengan kerja selamat, kami percaya itu dapat mudah tercapai,” ujarnya.

Kegiatan hari ini merupakan satu bagian dari Kampanye K3 yang dilaksanakan dari Bulan Mei hingga Juni 2018. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain adalah Cerdas Cermat K3, Lomba Poster atau Banner K3, Defensive Driving Awareness, Pengenalan Lifting dan Rigging serta Share With Community. [*/lis]