Program Bedah Rumah “Mulyo Atine” Libatkan Pemdes 

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Berada di ring satu Lapangan Migas Kedung Keris (KDK), Blok Cepu, belum menjamin kesejahteraan warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Di desa ini masih ditemukan sejumlah rumah tidak layak huni, karena tidak memiliki cukup biaya untuk melakukan renovasi.

Kondisi inilah yang ditangkap pasangan calon bupati (Cabup) dan wakil bupati (Cawabup), Soehadi Moeljono dan Mitroatin untuk menyiapkan program bedah rumah.

Pasangan yang dikenal masyarakat dengan sebutan “Mulyo Atine” itu, akan menyediakan bantuan rumah layak huni bagi warga yang memiliki rumah yang tidak mampu direnovasi sendiri.

Sesuai data di Pemerintah Desa (Pemdes) Sukoharjo, masih ada lima rumah warga yang kondisi kurang layak huni. Sejak tahun 2017, Pemdes sudah mengajukan bantuan untuk rehabilitasi rumah, namun belum ada realisasi dari Dinas Sosial. Dimungkinkan karena adanya efisiensi anggaran akibat menurunnya dana bagi hasil (DBH) Migas.

“Kalau dibangun sendiri biayanya perkiraan dari Rp7,5 juta sampai Rp10 juta tiap rumah. Tergantung tingkat kerusakannya,” kata Kepala Desa Sukoharjo, Dwi Setyono, kepada wartawan, Selasa (1/5/2018).

Menurutnya, dengan adanya program bedah rumah bisa membantu meringankan beban warga miskin yang rata-rata berpenghasilan rendah. Paling tidak, lantai yang masih dari tanah bisa diplester atau dengan keramik.

“Harapannya, semua rumah di sini layak semua. Atap dari genteng, tembok, dan lantainya sudah bagus bukan tanah,” pungkasnya.

Serupa juga terjadi di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, ring satu Lapangan Migas Sukowati. Data sementara dari Pemdes setempat menyebutkan, jumlah rumah tidak layak huni ada sekitar lima sampai tujuh rumah.

“Sudah pernah mengajukan bantuan bedah rumah, tapi belum terealisasi,” sambung Kepala Desa Sambiroto, Sudjono, ditemui terpisah.

Rata-rata warga terkendala biaya untuk merenovasi rumahnya. Kebanyakan pekerjaan mereka adalah buruh tani, buruh kasar, bahkan ada yang tidak bekerja.

“Jadi bedah rumah itu sangat penting mengingat masih banyak yang belum mampu memperbaiki rumahnya secara mandiri,” jelasnya.

Pihaknya berharap, dengan anggaran Rp10 juta sampai Rp15 juta untuk bedah rumah di desa ring 1 Lapangan Migas Sukowati ini bisa terwujud oleh Pemkab Bojonegoro ke depan.

“Semoga saja semua rumah tidak layak bisa diperbaiki,” pungkasnya.

Dimintai tanggapannya, Cabup Soehadi Moeljono, menyatakan akan melibatkan Pemdes dalam program bedah rumah ini, karena mereka yang memiliki data dan mengetahui kondisi riil masyarakatnya.

“Kita akan sediakan bantuan rumah layak huni bagi warga yang memiliki rumah yang tidak mampu direnovasi sendiri. Agar nantinya memiliki rumah yang nyaman dan aman untuk ditinggali,” tegas mantan Sekda Bojonegoro yang sudah 32 tahun mengabdikan dirinya menjadi PNS di Pemkab ini. (lis*)