PMI Bojonegoro Genjot Kebutuhan Darah

oleh
FOTO: Kantor PMI Bojonegoro.

SUARABOJONEGORO.COM – Untuk memenuhi kebutuhan darah pada bulan Ramadhan 2018, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro menyurati instansi maupun sekolah. Hal itu disampaikan Dokter Ahmad Hernowo, Kepala PMI Kabupaten Bojonegoro.

“Karena biasanya kalau bulan Rahadhan itu pendonor biasanya menurun, mangkanya kami menyurati baik instansi maupun sekolah-sekolah,” katanya kepada wartawan, Jumat (13/04/18).

Bulan Januari dan Februari, PMI Kabupaten Bojonegoro mengalami kekurangan darah. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhannya tersebut harus meminta ke PMI Surabaya. “Untuk bulan Maret terpenuhi dan mudah-mudahan bulan April ini juga terpenuhi,” ucapnya.

Untuk memenuhi target itu, PMI Bojonegoro banyak menggunakan media ataupun mendatangi langsung. Selain itu, di Kabupaten Bojonegoro telah terbentuk kelompok koordinator pendonor. Adanya kelompok koordinator pendonor tersebutlah yang dianggap efektif untuk memenuhi kebutuhan darah.

Jika dibandingkan tiga atau empat tahun yang lalu, lanjutnya, bahwa di Kabupaten Bojonegoro kesadaran pendonor darah peningkatannya bagus dan baik.

“Jika dibandingkan 3 sampai 4 tahun yang lalu, penigkatannya luar biasa. Kalau dulu perbulan hanya 500 sampai 600 pendonor, tapi sekarang sudah menigkat sampai 1.900 pendonor, cuman kadang-kadang kontinuitas yang perlu kita tingkatkan,” jelasnya.

Bagi pendonor awal atau usia 17 tahun duduk di bangku sekolah, setelah donor satu sampai dua kali selanjutnya hilang karena faktor tertentu.

“Setelah kita bina mulai dini biasanya kuliah di Surabaya atau Malang, tapi tidak apa-apa, karena kalau kita kekurang biasanya juga minta bantuan dari sana,” ucapnya.

Sedangkan golongan darah yang tergolong langka, yakni golongan AB. Maka, permintaannya juga tergolong sedikit. Sehingga, jika stok PMI terpenuhi untuk pendonor golongan AB tidak akan diambil. Hal ini karena untuk persentase kebutuhan darah hanya 15 persen.

“Kalau ada kebutuhan darah AB maka akan kami hubungi, kalau di stok terlalu banyak juga terbuang,” katanya.

Sedangkan untuk golongan darah Rhesus Negatif (RH) yakni golongan darah yang kebanyakan dimiliki orang-orang Eropa, Amirika, Australi. Untuk memenuhi kebutuhan darah pada golongan Rhesus Negatif ini PMI Bojonegoro menghubungi Surabaya yang sudah terdapat kelompok pendonor bagi golongan tersebut.

“Kalau tidak ada ya harus ke Australi. Kemarin ada kasus seperti itu, yakni orang Bojonegoro yang menikah dengan orang Sulawesi, begitu mau ditranfusi dan darahnya diperiksa ternyata darahnya Rhesus Negatif. Kalau dihitung golongan darah itu ada ratusan golongan, tapi untuk orang Bojonegoro rata-rata hampir sama,” imbuhnya.

Untuk kebutuhan darah di Kabupaten Bojonegoro, perharinya mencapai 70 sampai 100 kantong, sedangkan untuk pendonor di PMI Bojonegoro perharinya hanya 20 sampai 30 kantong darah. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut PMI Bojonegoro mencari keluar

“Jadi 40sampai 60 itu harus mencari keluar”, pungkasnya. (bim/yud)

Reporter : Bima Rahmat

Editor : Wahyudi