Memandirikan Warga Melalui Pelatihan Keterampilan 

oleh
FOTO: Calon Wakil Bupati Bojonegoro, Mitroatin (kerudung kuning) saat bersama ibu-ibu Bojonegoro.

SUARABOJONEGORO.COM – Masih minimnya keterampilan yang dimiliki warga Bojonegoro menjadikan mereka belum dapat memaksimalkan potensi sumber daya lokal di masing-masing desa. Potensi tersebut jika digarap secara maksimal, akan menumbuhkan perokonomian di pedesaan.

Warga bisa mengolah potensi menjadi usaha, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru yang dapat mengurangi pengangguran.

Kondisi inilah ditangkap pasangan calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) Bojonegoro, Soehadi Moeljono dan Mitroatin, untuk mengatasi problema tersebut. Program yang disiapkan pasangan yang dikenal sebutan “Mulyo-atine” ini adalah memberdayakan warga, terutama yang belum bekerja dengan pengembangan pelatihan soft skill berbasis Teknologi Informasi (TI).

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pelem, Kecamatan Purwosari, Maftukhan,  mengungkapkan, banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan di desanya. Diantaranya katering, menjahit, bengkel, dan masih banyak lagi.

Untuk mendirikan usaha tersebut, lanjut dia, diperlukan pemberian pelatihan sesuai kebutuhan. Misalnya untuk catering, adanya pelatihan untuk higienitas makanan dan lain sebagainya.

“Itu penting sekali, terlebih ada industri Migas yang bisa memanfaatkan keahlian warga yang pintar memasak,” tandasnya.

Menurutnya, semua pelatihan tersebut harus dibarengi dengan TI, agar nantinya usaha yang dirintis warga bisa berkembang agar mereka mandiri, dan tidak bergantung pada Migas.

“Saat ini, sebagian besar warga sudah mulai bekerja di proyek migas,” tandasnya.

Hanya saja, untuk mengantisipasi selesainya proyek Migas nantinya, warga membutuhkan kemandirian demi menyambung hidup. Sehingga,  dengan mengoptimalkan sumber daya lokal ini bisa mengurangi pengangguran, dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Banyak sekali sumber daya lokal lainnya yang bisa dimanfaatkan,” tandasnya.

Dia menilai, program pengembangan keterampilan soft skill berbasis TI dan atau sumber daya lokal secara gratis bagi warga desa yang belum bekerja sangat efektif, dan membantu kemandirian warga.

“Harapannya, siapapun bupati terpilih mendatang bisa mengakomodir kebutuhan warga dalam melatih kemandirian melalui pelatihan tersebut,” tandasnya.

Sementara, Kepala Desa Gondang, Agus Rianto, mengungkapkan, sumber daya lokal yang bisa dimanfaatkan untuk peluang usaha di wilayahnya adalah tanaman singkong.

“Di sini ada yang membuat keripik singkong,” ujarnya.

Untuk membuat keripik singkong warga sebagian sudah ada yang mendapatkan pelatihan dari Pemkab Bojonegoro. Hanya saja, karena kesulitan bahan baku, pembuatan keripik singkong kurang maksimal.

“Kalau lagi tidak musim singkong ya tidak ada produksi,” lanjutnya.

Agus juga setuju jika kedepan ada program pengembangan keterampilan soft skill berbasis TI secara gratis untuk mengoptimalkan sumber daya lokal.

Dengan keterampilan itu warga nantinya tidak hanya mengolah singkong, tapi potensi lainnya seperti pisang agar memiliki nilai jual tinggi.

“Harapannya benar-benar diperhatikan usaha usaha mikro kecil ini dengan memberikan pelatihan dan bantuan dan modal,” pungkasnya.

Dimintai tanggapannya, Cabup Soehadi Moeljono, menjelaskan, program pengembangan keterampilan soft skill berbasis TI merupakan upaya untuk memberdayakan warga agar menjadi mandiri, tangguh, dan sejahtera. Artinya mereka memiliki keterampilan untuk membuat usaha baru dengan memanfaatkan potensi lokal, sehingga dapat mengurangi pengangguran.

Untuk mendukung program ini, lanjut Pak Mul, kedepan akan diberikan kemudahan akses permodalan dan pemasaran agar usahanya berkembang.

“Dengan begitu ekonomi masyarakat meningkat, kemiskinan dan pengangguran berkurang,” tegas mantan Sekda Bojonegoro ini. (*/red)