Masyarakat Pasif Jadi Kendala Penetapan DPT

oleh
FOTO: Kantor KPU Kabupaten Bojonegoro.

SUARABOJONEGORO.COM – Anggota PPS dan PPK KPU Bojonegoro, disibukkan memperbaiki daftar pemilih sementara (DPS) yang masih bermasalah. Hal itu disampaikan, Mahmudi, salah satu PPS Desa Samberan, Kecamatan Kanor.

Senada, juga disampaikan Rohim, salah satu PPS Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu.

Rohim menjelaskan, bahwa ada banyak permasalahan data yang perlu diperbaiki. Diantaranya, daftar pemilih ganda, terdapat warga yang seharusnya namanya muncul di DPS namun belum muncul, banyak warga yang belum ber E-KTP dan lain sebagainya.

Sebagai PPS, Rahim sangat menyayangkan masyarakat yang pasif terhadap problem daftar pemilih dalam pilkada serentak ini.

“Jarang sekali ada masyarakat yang datang ke balai desa untuk sekedar mengecek namanya sudah terdaftar atau belum,” katanya kepada suarabojonegoro.com, Sabtu (07/04/18).

Tipologi masyarakat, kata Rohim, lebih memilih memikirkan urusan sawah dari pada urusan Negara. Paradigma masyarakat terutama yang ada di desa.

“Siapapun pemimpinannya nanti yang petani tetap menjadi petani, yang pedagang tetap menjadi pedagang,” kata dia menjelaskan.

Roni, salah satu warga Sukosewu mengatakan, mau siapapun pemimpinnya, kalo musim tanam seperti sekarang ini, pupuk tetap langka dan mahal.

“Intinya kalau mau makan ya harus bekerja,” katanya.

Dari pada ngecek namanya sudah terdaftar atau belum, lanjut dia, mending masyarakat lebih memikirkan padinya yang baru ditanam, diserang penyakit apa tidak.

Diketahui, bahwa KPU Bojonegoro, rencananya akan mengumumkan daftar pemilih tetap (DPT) kepada PPS pada tanggal 20 April 2018 sampai 29 April 2018. (ron/yud)

Reporter : Sya’roni

Editor : Wahyudi