Kesenian Tradisional, Berharap Perhatian dari Pemerintah

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Dengan memanfaatkan halaman belakang milik salah satu warga Dusun Ngrambah, Desa Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, sejumlah anak-anak dengan lincah memainkan kesenian tradisional reog, Jumat (30/03/18).

Anak-anak yang rata-rata duduk di bangku sekolah dasar ini, memainkan kesenian reog lengkap dengan penari putri atau yang disebut dengan jaranan.

Ugik, salah satu warga setempat menuturkan, bahwa anak-anak tersebut teropsesi dengan pemain reog senior yang ada di desanya.

“Salah satu anak ini ada yang ikut gabung di kesenian Reog Singo Panembah,” katanya.

Dirinya menuturkan, jika anak-anak tersebut belajar secara otodidak. Dan biasanya anak-anak tersebut bermain saat usai pulang sekolah.

“Hampir setiap sore mereka berkumpul dan bermain reog,” ujarnya.

Adit, salah satu penari warok menuturkan, jika kegiatannya bersama teman-temannya tersebut, selain sebagai hiburan juga sebagai ajang untuk menambah uang jajan. Pasalnya, tidak jarang dari warga setempat yang tertarik dan memberikan uang kepada mereka sebagai bentuk hiburan.

“Uangnya ditabung dan nanti buat makan-makan bersama,” katanya.

Tidak mau kalah dengan reog senior, anak-anak ini juga mempunyai alat musik untuk mengiringi tariannya. Walaupun terbuat dari bahan bekas, alat musik yang mereka buat sendiri ini cukup unik dan menghibur.

“Musiknya dari ember bekas dan kaleng-kaleng bekas. Itu anak-anak sendiri yang buat,” tuturnya.

Sedangkan untuk alat jaranan, anak-anak ini memanfaatkan kardus-kardus bekas yang ada di seputaran rumah mereka, dan selanjutnya dibentuk menyerupai kuda.

Erna, salah satu pemain jaranan, berharap kedepan ada pihak-pihak yang memperhatikan kelompok kesenian tradisional yang mereka geluti ini.

“Kepengen menari seperti yang tua-tua,” pungkasnya. (bim/yud)

Reporter : Bima Rahmat

Editor : Wahyudi