Wujudkan Mutu Pendidikan Melalui Peningkatan Kualitas Guru

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Kalangan DPRD Bojonegoro, Jawa Timur terus mendorong kepada Pemkab setempat untuk meningkatkan mutu pendidikan, baik di wilayah perkotaan dan pedesaan agar tidak terjadi kesenjangan.

“Kalau bicara pemerataan, ya sudah merata. Hanya saja, ada prioritas dalam peningkatan mutu baik sarana, prasarana, maupun SDM tenaga pendidik,” kata Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi, kepada wartawan, Senin (26/03/18).

Selama ini dalam meningkatkan mutu pendidikan di Bojonegoro, eksekutif dan legislatif terus berupaya memprioritaskan lembaga-lembaga sekolah yang kondisinya urgent harus diperbaiki. Teknisnya, diantaranya, melalui usulan anggaran setiap tahunnya.

“Kalaupun masih banyak lembaga yang infrastrukturnya belum bisa diperbaiki itu karena terbentur anggaran,” tandas politisi Partai Gerindra ini.

Komisi dewan yang membidangi masalah pendidikan ini menampik, jika dikatakan telah terjadi ketimpangan antara sekolah swasta dan negeri. Untuk sekolah swasta ada dana hibah dari pemkab. Sementara sekolah negeri belum tentu bisa tercover semua dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Jadi kalau swasta itu, kita ada dana hibah sendiri,” tegas politisi yang juga pengurus Persibo Bojonegoro ini.

Untuk memajukan pendidikan Bojonegoro, menurut Sally, harus ada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada tenaga pengajar. Pemkab perlu memberikan pelatihan-pelatihan secara rutin supaya para guru bisa memberikan pelajaran kepada siswanya dengan metode baru, mudah diserap dan menyenangkan siswa.

“Yang paling penting itu, peningkatan SDM. Kalau infrastruktur ya tergantung anggaran. Kalau memang anggarannya tidak ada, mau bagaimana lagi,” pungkasnya.

Senada disampaikan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Bojonegoro, Puji Widodo. Menurut dia, layanan dan mutu pendidikan di Bojonegoro telah merata antara perkotaan dan pedesaan. Baik infrastruktur maupun tenaga pendidiknya, semua hampir sama.

Setiap tahunnya Dinas Pendidikan juga selalu memprioritaskan pembangunan lembaga tingkat SMP baik negeri maupun swasta yang kondisi gedungnya benar-benar memprihatinkan.

“Hanya saja, sekarang ini, hanya satu dua ruang yang butuh perbaikan,” tandasnya.

Selama ini, bantuan untuk lembaga SMP di Bojonegoro dananya bersumber dari APBD, DAK, dan Bantuan Pemerintah. Sehingga, hampir sebagian besar sekolah di Bojonegoro kondisinya sudah bagus.

“Kalau alat peraga maupun komputer ya bertahap, tapi yang jelas sebagian sudah punya. Kalau yang belum punya komputer bisa kerjasama dengan sekolah lainnya,” pungkas pria berkacamata minus ini.

Dimintai tanggapannya, salah satu Calon Bupati (Cabup) Bojonegoro, Soehadi Moeljono, menyatakan, kedepan telah menyiapkan program peningkatan mutu layanan pendidikan. Melalui peningkatan SDM guru mulai semua tingkatkan. Karena kurikulum dan metode mengajar terus berkembang sesuai tuntutan zaman. Selain itu juga melengkapi kekurangan-kekurangan maupun belum terpenuhinya infrastruktur dan sarana prasarana sekolah.

“Kedepan pendidikan Bojonegoro akan kita tata lagi agar mutunya meningkat sehingga dapat mencetak generasi yang lebih tangguh dan memiliki daya saing,” tandas Cabup yang berpasangan dengan Kader NU, Mitroatin ini. (*/red)