Demonstrasi, ECML Klaim Berlakukan Perda Konten Lokal

oleh
FOTO: Saat mediasi antara pemuda pancasila dengan EMCL.

SUARABOJONEGORO.COM – Aksi demonstrasi yang dilakukan ratusan anggota Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila, Kabupaten Bojonegoro, berujung mediasi di kantor EMCL, Rabu (14/03/18).

Para demonstran dipersilahkan masuk kantor ExxonMobil. Dalam mediasi, para demonstran ditemui langsung External Affairs Manager EMCL, Dave Ardian Seta. Humas EMCL, Andi Widianto dan Slamet Rijadi. Dan, Security Manager, Harry K Dianto.

Saat mediasi, Ketua MPC PP Kabupaten Bojonegoro, Hadi, ngotot supaya EMCL melibatkan kontraktor lokal dalam setiap kegiatan dan transparansi pelibatan warga lokal dalam program CSR.

Menanggapi hal itu, pihak EMCL mengaku sudah melibatkan kontraktor lokal sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro nomor 23 tahun 2011 tentang konten lokal.

Setidaknya ada 91 perusahaan dari Kabupaten Bojonegoro, menjadi mitra EMCL selama masa operasi. Pihaknya juga mengaku, bahwa EMCL telah melakukan berbagai upaya untuk melibatkan kontraktor lokal, termasuk membuat pelatihan peningkatan kapasitas perusahaan lokal agar mampu mengikuti kegiatan lelang sesuai prosedur.

“Sejak 2014, EMCL telah 12 kali melakukan pelatihan tersebut. Dan pelatihan berikutnya akan diadakan pada 20 Maret mendatang,” kata Dave A Seta.

Ia menegaskan, SKK Migas sebagai pembuat aturan, pengawas, dan pengelola industri hulu migas, mewajibkan semua kontraktor terdaftar dalam Centralized Integrated Vendor Database (CIVD). Kontraktor dari luar Bojonegoro, kata dia, yang secara kompetitif memenangkan tender, diwajibkan untuk mempekerjakan warga lokal.

“Tentunya sesuai dengan kriteria dan kebutuhan perusahaan itu sendiri. Dalam pelaksanaannya, EMCL berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten melalui dinas terkait, pemerintah kecamatan, dan kepala desa untuk memenuhi kebutuhan tenaga kontraktor lokal ini,” jelasnya.

Pihaknya mencontohkan, seperti diterapkan dalam pekerjaan pemeliharaan yang di kerjakan sepuluh kontraktor besar. Total pekerjanya, mencapai 839 orang, dan 90 persennya merupakan warga lokal. Jumlah tersebut termasuk pekerja skill (ahli), semi skill, dan non skill.

“Pelibatan lokal sudah menjadi komitmen EMCL dalam menjalankan operasinya. Kami berharap, kolaborasi dan sinergi ini dapat terus berlanjut semata-mata untuk kesuksesan proyek negara dan pada akhirnya demi mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Mengenai CSR, disampaikan, bahwa keterlibatan LSM lokal menjadi prioritas EMCL. Secara transparan dan akuntabel. Pihaknya menggandeng mitra dalam menjalankan program pendukung operasi di sekitar Lapangan Banyu Urip. Pihaknya mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong berkembangnya mitra lokal.

“Berbagai pelatihan mulai dari manajemen organisasi, pelatihan keuangan, manajemen komunikasi, pemetaan sosial hingga peningkatan keahlian personel LSM. Setidaknya EMCL sudah melaksanakan 8 kali pelatihan sejak 2014 lalu,” katanya.

Hingga tahun ini, setidaknya 25 LSM lokal Bojonegoro telah melaksanakan lebih dari 115 program yang berfokus pada pilar pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi.

Sementara itu, pengamanan dipimpin langsung Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro dan Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol ARH Redinal Dewanto. Aksi demonstrasi tersebut berjalan kondusif dan berakhir Pukul 16.00 WIB. (bim/yud)

Reporter : Bima Rahmat

Editor : M.E Wahyudi